Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026
Presiden Buka Pameran Inacraft 2014

RI Ekspor Perhiasan US$ 2 Miliar Dalam 2 Bulan

- Kamis, 24 April 2014 20:12 WIB
331 view
 RI Ekspor Perhiasan US$ 2 Miliar Dalam 2 Bulan
Presiden SBY didampingi Ibu Negara saat meninjau stan yang ada di Pameran Inacraft 2014 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (23/04).
Jakarta (SIB)- Pemerintah terus mendorong ekspor produk-produk kerajinan di Indonesia agar bisa mendunia. Salah satu komoditas unggulan kerajinan Indonesia adalah perhiasan.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, dalam 2 bulan pertama di 2014, jumlah ekspor perhiasan Indonesia mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.

"Kalau melihat perhiasan kita ekspor Januari hingga Februari 2013 pertumbuhan kencang sampai US$ 2 miliar," jelas Lutfi di Pameran Inacraft 2014 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (23/04).

Lutfi mengatakan, pemerintah mendorong produk kerajinan Indonesia bisa bersaing saat pasar bebas ASEAN dibuka di 2015. Ia meminta produk-produk kerajinan UKM Indonesia bisa menguasai pasar ASEAN.

"Iya UKM kita bagaimana caranya harus menyerbu keluar dan menyerbu pasar asing," ungkap Lutfi.

Untuk itu ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah saat ini sedang fokus memberikan penyuluhan bagi para pelaku usaha UKM agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lain di kawasan Asia Tenggara.

"Apa yang terjadi di 1 Januari 2015? Kalau dalam perdagangan tidak akan terjadi apa-apa. Karena dalam 99,9% bea masuk kita sudah 0% di negara ASEAN. Lalu apa yang kita kerjakan? Kita mau masalah penyuluhan dan pemasyarakatan dari MEA kita akan kerjakan sama-sama dan perdagangan akan mengambil besar untuk memasyarakatkan UKM kita," tuturnya.

SBY Puji Produk Suvenir Lokal

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memuji kualitas produk suvenir dan kerajinan Indonesia yang terus makin bagus. Ia membandingkan kondisi suvenir di pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2014, jauh lebih baik dari 9 tahun lalu.

SBY mengaku tak jarang membawa buah tangan berupa kerajinan tangan sepulang melakukan kunjungan kenegaraan dari luar negeri sejak 9 tahun lalu. Pada waktu itu, ia mengakui kerajinan tangan dari luar negeri lebih bagus dibandingkan produk dalam negeri.

"Sembilan tahun yang lalu saat masih muda saya rajin membeli suvenir. Waktu itu rasanya buatan luar negeri bagus, buatan kita kurang bagus," kata SBY saat meresmikan Inacraft 2014.

Menurutnya kualitas kerajinan tangan buatan dalam negeri terus berkembang. Inovasi dan kreativitas perajin juga semakin baik sehingga kualitas produk lokal bisa mengalahkan produk impor.

"Sekarang produk Indonesia bahkan jauh lebih baik dibanding produk manapun," tegas SBY.

SBY dengan keluarga mengaku sangat mencintai suvenir, kerajinan tangan buatan Indonesia. Ia berpesan untuk mengapresiasi perajin, produk kerajinan tangan di dalam negeri agar dibeli.

"Kami cinta produk Indonesia dan sebagaimana diingatkan Pak Hatta Rajasa. Kami suka dan sering membeli produk kerajinan Indonesia. Maksud saya semoga yang lain ikut membeli produk itu," tutup SBY.

Bidik Transaksi Rp 117 Miliar

Kegiatan pameran Inacraft 2014 ditargetkan meraih transaksi langsung (ritel) Rp 117,6 miliar. Target ini 10% di atas realisasi transaksi Inacraft 2013 yang hanya Rp 106,974 miliar.

"Adapun target transaksi penjualan ritel diharapkan terjadi di pameran ini sebesar Rp 117,6 miliar," kata Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Rudi Lengkong.

Inacraft merupakan pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia yang sudah diselenggarakan sebanyak 16 kali. Tahun ini, kegiatan diikuti sekitar 1.600 peserta dengan 1.290 stand yang tersedia.

Barang-barang kerajinan yang dipamerkan antara lain berbagai bentuk kerajinan tekstil, seperti batik, tenun, bordir, ikat dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun keterlibatan peserta asing di antaranya berasal dari Dubai, Pakistan, dan Turki.

"Di tahun ini juga terdapat peserta dari luar negeri yaitu Dubai, Pakistan, Turki. Dubai ingin mempromosikan barang-barang dia. Peserta tahun ini meningkat dari 160 perusahaan menjadi 163. Ada 1.000 buyers dari 50 negara yang telah terdaftar terutama Malaysia, Singapura, AS, Jepang, India dan Australia," tuturnya.

Selain target penjualan, Rudi juga mentargetkan jumlah transaksi kontrak dagang di dalam pameran ini mencapai US$ 9,3 juta dengan keterlibatan 200.000 pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri. Sedangkan tahun lalu kontrak dagang hanya US$ 8,3 juta.

"Pengunjung 200.000 orang target kontrak dagang selama pameran US$ 9,3 juta," cetusnya. (dtf/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru