Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Kwartal I-2014, Investasi di Indonesia Capai Rp 106.6 T

* Investasi Masih Terpusat di Jawa
- Jumat, 25 April 2014 17:29 WIB
385 view
 Kwartal I-2014, Investasi di Indonesia Capai Rp 106.6 T
SIB/ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ed/pd/14
EKSPOR AKAR WANGI GARUT: Pekerja mengolah akar wangi kedalam ketel, dipabrik pengolahannya di Kampung Kamojang, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat, Kamis (24/4). Produsen parfum kelas dunia dari Italia dan Perancis membutuhkan minyak akar wangi Vetiver
Jakarta (SIB)- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada kuartal I-2014 sebesar Rp 106,6 triliun. Investasi masih terpusat di Jawa, dengan porsi 58,2% atau sebesar Rp 62 triliun. Sementara di luar Jawa sebesar 41,8% atau Rp 44,6 triliun.

Kepala BKPM Mahendra Siregar mengatakan untuk PMDN, investasi terbesar ada di DKI Jakarta dengan porsi 23,9% atau Rp 8,3 triliun. Kemudian disusul Jawa Barat 23,3% atau Rp 8,1 triliun, dan Jawa Timur 22,3% atau Rp 7,7 triliun.

Selanjutnya adalah Jawa Tengah 22,3% atau Rp 3,3 triliun, Kalimantan Barat 4,5% atau Rp 1,6 triliun, dan daerah lainnya total 16,4% atau Rp 5,6 triliun.

"Investasi PMDN masih paling besar ada di Jakarta dengan 36 proyek," kata Mahendra dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/4).

Sementara PMA, terbesar adalah di Jawa Barat dengan porsi 25,8% atau US$ 1,8 miliar. Selanjutnya adalah Kalimantan Timur 11,6% atau US$ 800 juta, Riau 9% atau US$ 600 juta, Banten 8,6% atau US$ 600 juta, DKI Jakarta 6,1% atau US$ 400 juta, dan lainnya 38,9% atau US$ 2,7 miliar.

"Investasi untuk PMA itu paling besar di Jawa Barat dengan 506 proyek," kata Mahendra.

Bila dibagi secara sektoral, investasi terbesar ada di sektor listrik, gas, dan air untuk PMDN dan sektor pertambangan untuk PMA.

PMDN Rp 34,6 triliun

Listrik gas dan air: Rp 11,3 triliun (32,8%), Industri makanan: Rp 4,8 triliun (14%), Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran: Rp 4,6 triliun (13,2%), Transportasi, gudang, dan telekomunikasi: Rp 3,1 triliun (8,8%), Konstruksi: Rp 2,3 triliun (6,6%) dan lainnya: Rp 8,5 triliun (24,6%).

PMA US$ 6,9 miliar: Pertambangan: US$ 1,7 miliar (2,4%), Industri makanan: US$ 800 juta (11,4%), Industri alat angkutan dan transportasi: US$ 600 juta (8,8%), Tanaman pangan dan perkebunan: US$ 600 juta (8,4%), Industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan: US$ 500 juta (7,5%) dan lainnya: US$ 2,7 miliar (39,9%). (dtf/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru