Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Foxconn Kebingungan Saat Berinvestasi di Indonesia

- Senin, 28 April 2014 15:51 WIB
502 view
 Foxconn Kebingungan Saat Berinvestasi di Indonesia
Taipei (SIB)- Rencana Foxconn Technology Group untuk menanamkan modal di Indonesia tak berlangsung mulus. Produsen komponen elektronik asal Taiwan ini sempat bernegosiasi cukup panjang dengan Kementerian Perindustrian, sebelum kemudian digandeng pemerintah DKI Jakarta melalui Gubernur Joko Widodo atau Jokowi.

Kepada kantor berita Reuters, seorang sumber di kalangan internal Foxconn menyatakan kebingungan dengan prosedur investasi di Indonesia. Kebingungan itu terjadi setelah perusahaan itu mesti berurusan dengan beberapa kementerian.

Menurut sumber itu, Foxconn harus bernegosiasi dengan empat kementerian. Kebingungan itu semakin menjadi-jadi karena keempat kementerian itu menyampaikan informasi yang berbeda-beda. "Kami tak bisa pergi hingga jelas, siapa sebenarnya yang membuat kebijakan di Indonesia," kata dia seperti dikutip pada Jumat (25/4).

Sumber itu tidak menyebutkan empat kementerian yang dia maksudkan. Tetapi lembaga negara yang intens berurusan dengan investasi Foxconn adalah Kementerian Perindustrian. Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Budi Darmadi, mengatakan pemerintah tidak menghalangi investasi Foxconn. "Kami rasa Foxconn tidak perlu menunggu pemerintahan baru untuk merealisasikan investasi, tak perlu menunggu hingga Oktober," begitu kata Budi saat dimintai konfirmasi.

Sebelumnya diberitakan, Foxconn kemungkinan memulai pembangunan pabrik di Indonesia pada Oktober 2014. Investasi senilai US$ 1 miliar tersebut bakal terwujud setelah Indonesia memiliki pemerintahan baru. Foxconn juga mengaku telah mengantongi jaminan insentif dari pemerintah Indonesia berupa potongan harga untuk properti (kemungkinan dalam bentuk pengurangan biaya sewa lahan) dan pemangkasan pajak untuk sementara waktu.

Foxconn adalah produsen komponen elektronik berbasis kontrak terbesar di dunia. Pada Februari 2014, perusahaan ini meneken kesepakatan investasi dengan pemerintah Jakarta, melalui Gubernur Joko Widodo atau Jokowi. Foxconn kabarnya mendapat lahan di Kawasan Berikat Nusantara Marunda Jakarta Utara untuk membangun pabrik.  Pembangunan pabrik di Indonesia menjadi bagian dari upaya Foxconn untuk mendongkrak angka penjualan hingga US$ 333,3 miliar dalam satu dekade ke depan. (Tempo.co/f)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 28 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru