Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Masyarakat Indonesia Lebih Suka Menabung Daripada Investasi

- Jumat, 02 Mei 2014 18:35 WIB
287 view
  Masyarakat Indonesia Lebih Suka Menabung Daripada Investasi
Jakarta (SIB)- Masyarakat Indonesia cenderung lebih mengenal produk-produk perbankan seperti tabungan daripada investasi. Tak heran, angka investor pasar modal masih sangat minim.

Dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia hanya 50-60% atau sekitar 143 juta penduduk yang masuk kelas menengah dan dari angka itu hanya 500 ribu atau 0,3% yang sudah masuk pasar modal.

"Pertumbuhan ekonomi kita besar tapi belum didukung keuangan yang memadai, masyarakat kebanyakan hanya tahu asuransi dan perbankan, belum paham soal investasi," kata Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia Haryadi Ramelan saat Diskusi OJK Mengenai Perkembangan Pengawasan Pasar Modal, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (30/4).

Haryadi menjelaskan, OJK perlu mendorong lebih giat edukasi terkait investasi hingga pelosok daerah. Dia mencontohkan, Papua merupakan salah satu daerah yang punya potensi tinggi untuk bisa menarik masyarakatnya masuk pasar modal.

Dia menyebutkan, rata-rata penghasilan masyarakat Papua jauh di atas penghasilan orang Jakarta sekali pun.

Dengan penghasilan yang tinggi, sangat dimungkinkan untuk bisa menarik masyarakat Papua ikut berinvestasi di pasar modal melalui berbagai instrumen investasi yang ada.

"Edukasi dan sosialisasi masih sangat dibutuhkan di daerah karena belum terjamah. Di Papua misalnya, orang yang bekerja di sana itu kan daerah tambang, itu gajinya luar biasa belum tamat SD saja sudah Rp 5 juta, sudah tamat SD di atas Rp 5 juta, tamatan SMA di atas Rp 10 juta, sayangnya mereka hanya tahu menabung dan investasi belum ada, ini bagaimana supaya bisa menyasar ke sana," tandasnya.

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Bagi investor kecil, reksa dana merupakan alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan. Dengan nilai investasi minimal Rp 100-200 ribu Anda sudah dapat berinvestasi. Reksa dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Berinvestasi di reksa dana berarti Anda akan membeli unit. Misalnya saja, Investor membeli sebuah jenis reksa dana, harga 1 unit saat ini misalnya 1.000, maka ketika Anda membeli sebesar satu juta rupiah, Anda akan mendapat seribu unit.

Harga unit yang dipublikasikan adalah harga unit yang sudah net, atau sudah dikurangi seluruh biaya biaya seperti biaya manajemen fee, biaya pajak dan biaya lainnya. Harga unit ini bergerak naik dan turun. Sehingga untuk menghitung berapa uang Anda saat itu, hanya tinggal mengalikan banyaknya unit yang Anda miliki dengan harga unit saat itu. Harga unit biasa disebut Nilai Aktiva Bersih atau NAB.

Sebagai investor, tidak perlu khawatir uang Anda dibawa kabur oleh perusahan aset manajemen, sebab pemerintah sudah mengatur bahwa aset perusahaan dengan aset investor harus dipisahkan. Aset investor harus disimpan pada Bank penitipan atau Bank custody. Ini untuk meminimalkan risiko hilangnya uang investor. (detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru