Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Presiden SBY Sebut Produk Domestik Bruto Indonesia Rp9,084 Triliun

- Jumat, 02 Mei 2014 18:44 WIB
377 view
Presiden SBY Sebut Produk Domestik Bruto Indonesia Rp9,084 Triliun
Pekanbaru (SIB)- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dalam sepuluh tahun terakhir (sejak 2004) produk domestik bruto (PDB) Indonesia berhasil melonjak drastis bahkan pada 2013 menembus angka Rp9,084 triliun.

"Pada 2004, PDB Indonesia mencapai Rp 2.295 triliun. Namun pada tahun 2013 PDB Indonesia mencapai Rp9.084 triliun. Keberhasilan menaikkan PDB ini, menurut SBY, membawa posisi Indonesia masuk dalam kelompok 15 negara dengan ekonomi terbesar dunia," kata Yudhoyono dalam rilis yang diterima Kamis siang.

Presiden mengatakan hal tersebut saat berpidato di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4) yang dihadiri seluruh kepala daerah di tanah air termasuk Gubernur Riau Annas Maamun dan Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Cadangan devisa menurut Yudhoyono juga pernah menembus 124,6 miliar US Dolar, namun saat ini hanya sekitar 103 miliar US Dolar.

Ia mengklaim pemerintah juga berhasil menurunkan rasio utang terhadap GDP semenjak 2004, dari 56,6 persen (2004) menjadi 23 persen (2014).
 
Angka ini menurutnya jika dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya merupakan yang terendah.

Yudhoyono mencontohkan, beberapa negara seperti Jepang (227,2 persen), Jerman (86 persen), Inggris (107 persen) dan Amerika Serikat (104 persen). Utang luar negeri pun, menurut SBY, turun dari sebesar 27,8 persen (2004) menjadi 7,8 persen (2014) atau berkurang hingga 70 persen.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun meningkat hingga empat kali lipat dibanding 10 tahun lalu dari Rp427,3 triliun menjadi Rp1.842,5 triliun.

Angka kemiskinan dari sekitar 16,7 persen pada 2004 turun menjadi 11,47 persen pada 2014. Pengangguran juga demikian. Dari 9,9 persen pada 2004 turun menjadi 6,3 persen pada 2014. Di bidang pendidikan dan kesehatan juga semakin membaik, begitu juga soal ketahanan pangan.

SBY mengungkapkan, banyak yang pesimis Indonesia bisa maju dalam hal ekonomi, terutama setelah dihantam krisis pada 1998, namun sejarah membuktikan bahwa Indonesia bisa maju.

"Tugas pemerintahan selanjutnya adalah mempercepat dan memperkuat pembangunan Indonesia ke depan," ringkas Yudhoyono dalam pidato bertema; "Mari Percepat dan Perkuat Pembangunan Kita". (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru