Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Indonesia Gandeng Austria Kembangkan PLTA dan Transportasi

- Selasa, 06 Mei 2014 15:38 WIB
394 view
Indonesia Gandeng Austria Kembangkan PLTA dan Transportasi
SIB/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz/14
KERJASAMA TEKNOLOGI PEMBANGKIT LISTRIK: Menteri ESDM Jero Wacik (kanan) bertukar nota kesepahaman kerjasama teknologi infrastruktur pembangkit listrik tenaga air dengan Menteri Transportasi, Inovasi, dan Teknologi Austria Doris Bures (kiri) di Jakarta, Se
Jakarta (SIB)- Pemerintah Indonesia dan Austria akan bekerja sama mengembangkan energi baru terbarukan terutama tenaga air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Jero Wacik dan Menteri Transportasi, Inovasi, dan Teknologi Austria Doris Bures meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama teknologi infrastruktur pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Jero Wacik mengatakan Austria sangat berpengalaman mengembangkan PLTA. Saat ini sekitar 60 persen kebutuhan energi listrik Austria berasal dari tenaga air.

“Indonesia banyak sumber energi air dan sedang dikembangkan. Mereka memiliki teknologinya, jadi kerja sama ini sangat penting,” kata Jero Wacik setelah menandatangani Mou di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/5).

Data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat, hingga triwulan I 2014, energi air baru memasok 8,7 persen kebutuhan energi nasional. Hingga Maret 2014, total kapasitas listrik yang terpasang di Indonesia mencapai 47.788 megawatt. Padahal Indonesia memiliki potensi listrik tenaga air 75.000 megawatt.

Jero meminta agar MoU itu segera direalisasikan dalam bentuk kerja sama pengembangan infrastruktur PLTA. “Setelah MoU, saya minta perusahaan-perusahaan jangan pulang, langsung bekerja sama dengan pengusaha nasional. Izinnya akan saya permudah,” tuturnya.

Kementerian Perhubungan juga memperkuat kerja sama bidang transportasi dengan pemerintah Austria dengan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait dengan pengembangan inovasi dan teknologi.

Menteri Perhubungan Indonesia Evers Erenst Mangindaan serta Menteri Inovasi dan Teknologi Austria Doris Bures juga meneken perjanjian kerja sama sektor transportasi di Ruang Mataram, kompleks Kementerian Perhubungan kemarin.

Mangindaan mengatakan, dalam nota kesepahaman itu, Indonesia dan Austria yang diwakili kementerian masing-masing akan bekerja sama dalam pertukaran informasi, pengalaman, penelitian, serta dialog antarahli dalam trasnformasi pengetahuan dan teknologi. "Kedua pemerintah akan membentuk kelompok kerja bersama," katanya saat mengisi sambutan sebelum penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Austria tadi pagi.

Menteri Mangindaan mengatakan kerja sama kedua pemerintah meliputi pengawasan pelaksanaan proyek transportasi dan upaya mengatasi hambatannya. "Kegiatan kerja sama khusus akan dinegosiasikan dan diatur terpisah," katanya.

Dalam nota kesepahaman itu disebutkan akan dibentuk forum kerja sama infrastruktur dan transportasi Indonesia-Austria. Penyelenggaraan forum tersebut bertujuan memfasilitasi dialog antara pemerintah dan swasta dari kedua negara. "Semoga forum tersebut memberikan kesempatan untuk pemangku kepentingan meningkatkan hubungan, terutama di sektor transportasi," tutur Mangindaan. (Tempo.co/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru