Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026

Rupiah Menguat, IHSG Melemah

- Selasa, 24 Januari 2017 19:32 WIB
480 view
Medan (SIB) -Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak menguat di awal pekan ini.

Pada senin (23/1) rupiah dibuka di angka 13.383 per dollar AS, menguat dibandingkan pada penutupan sebelumnya yang berada di angka 13.410. Sampai senin sore (23/1) rupiah masih diperdagangkan menguat bergerak di kisaran 13.339 atau menguat 71 poin atau 0,53 %.

Penguatan nilai rupiah terhadap dollar ini efek dari pelantikan Presiden Donald Trump pada Jumat (20/1).

Donald Trump dalam pidato pertamanya saat inagurasi pasca pelantikannya memberikan sinyal untuk melakukan kebijakan proteksionisnya terhadap AS misalnya kebijakan dalam membeli produk Amerika tersebut.

Trump juga memberikan sinyal menjalankan kebijakan proteksionisnya dalam perdagangan luar negerinya. Selain itu juga berencana untuk menarik diri terhadap kerjasama Trans-Pacific Partnership dan negosiasi ulang dengan negara Amerika lainnya seperti Meksiko terkait dalam perjanjian perdagangan bebas. Hal ini mempengaruhi lemahnya dollar AS tehadap mata uang lain yang diperdagangkan, namun bagus buat pergerakan rupiah. Sedangkan nilai rupiah terkait dengan sentimen dalam negeri masih minim yang mempengaruhinya karena keputusan Bank Indonesia yang membuat kebijakan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate yang berada pada 4,75 sejauh ini cukup berhasil menjaga posisi nilai Rupiah yang tidak jatuh terlalu jauh pada Senin(23/1) berhasil menguat.

Berbeda dengan rupiah, IHSG kembali ditutup melemah diawal pekan, Senin (23/1). IHSG yang sebelumnya ditutup di 5.254,31 dibuka melemah pada awal perdagangan dipekan ini yang berada pada 5.250,63. Walaupun IHSG sepanjang hari diperdagangkan di zona hijau namun kembali ditutup melemah sebesar 3,34 poin pada level 5.250,96 atau melemah 0,064 %

IHSG yang melemah bukanlah dampak pasca dilantiknya Donald Trump sebagai presiden AS yang baru, karena perekonomian Indonesia tidak terpengaruh dari kebijakan Trump nantinya. (A2/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru