Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bunga Bank Sentral Eropa Minus, RI Diuntungkan

- Sabtu, 07 Juni 2014 12:08 WIB
250 view
 Bunga Bank Sentral Eropa Minus, RI Diuntungkan
Jakarta (SIB)- Kepala Ekonom PT Bank Internasional Indonesia Tbk Juniman memperkirakan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) bakal mendorong investor di Eropa mengalihkan investasinya ke negara-negara Asia dan Amerika. Secara tak langsung Indonesia bakal diuntungkan karena dilirik oleh investor yang akan mengalihkan investasinya tersebut.

“Pasalnya, dari sisi return, negara Asia dan Amerika tergolong lebih baik setelah ada pemangkasan tersebut di Zona Eropa,” ujar Juniman ketika dihubungi, Jumat (6/6).

Hal tersebut merespons keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah dari semula 0,25 persen menjadi 0,15 persen pada Kamis (5/6). Di lain pihak, suku bunga deposito dipangkas hingga minus 0,10 persen.

Hal ini dilakukan dalam rangka merangsang ekonomi zona euro. Cara ini belum pernah dilakukan langkah serupa sebelumnya. Lewat pemangkasan suku bunga ini, bank sentral Eropa berharap akan mulai dilakukan pengisian bunga deposito yang dimiliki oleh bank.

Lebih jauh, Juniman mengatakan keputusan tersebut didasari oleh keinginan sejumlah negara di Eropa menggenjot pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan terhindar dari deflasi. Negara-negara di Uni Eropa pun tak mau mengulang nasib yang dialami Jepang dalam satu dekade terakhir ini.

Kesamaan nasib antara Jepang dan Eropa, menurut dia, ialah kecenderungan inflasi yang rendah dan cenderung deflasi. “Maka, bank sentral Eropa memeranginya dengan pemangkasan tersebut,” tuturnya.

Selain memangkas suku bunga acuannya menjadi 0,15 persen serta deposit facility rate menjadi minus 0,10 persen, Juniman mengatakan bahwa bank sentral Eropa mencoba menginjeksi pasar dengan skema pendanaan jangka panjang. “Nilainya mencapai US$ 400 miliar sampai dengan 2018,” ucapnya.

Kebijakan injeksi likuiditas dan pemangkasan yang dilakukan bank sentral Eropa ini dinilai akan menjadi penyeimbang atas langkah tappering yang dilakukan oleh Amerika Serikat. “Dua kebijakan ini tentu kabar baik bagi perekonomian global karena akan menambah likuiditas serta stock market,” kata Juniman. (Tempo.co/f)



Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru