Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Kadin Bentuk Indonesia House di Italia

- Sabtu, 07 Juni 2014 12:09 WIB
196 view
Kadin Bentuk Indonesia House di Italia
Jakarta (SIB)- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendirikan sebuah perusahaan yang khusus menampung, menjual, memasarkan dan mendistribusikan produk-produk Indonesia di Italia yang telah memenuhi persyaratan Italia maupun Uni Eropa.

"Kita ingin agar produk Indonesia yang berdaya saing dan memiliki nilai tambah ekspor dapat terdistribusi dengan baik dan pendirian Indonesia House merupakan salah satu upaya mewujudkan itu," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani dalam siaran pers, Jumat.

Rosan mengungkapkan, pendirian Indonesia House terinspirasi dari Departemen Store Aumai Spa yang merupakan sebuah perusahaan berbadan hukum Italia yang dimiliki oleh pengusaha Tiongkok. Perusahaan tersebut umumnya menjual berbagai produk yang berasal dari Tiongkok.

"Keberadaan Departemen Store itu cukup efektif untuk memasarkan dan mendistribusikan produk karena perusahaan itu dapat menjadi perwakilan produk-produk Tiongkok yang dipasarkan di Italia dan Uni Eropa," ujarnya.

Sementara itu Ketua Komite Tetap Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif Kadin, Safari Azis mengatakan pihaknya akan mengupayakan produk-produk UKM Indonesia dapat dipasarkan di Italia.

Sebelumnya, Kadin telah membina UKM-UKM melalui lembaga pembiayaan yang dibentuk, yakni PT. Palapa Nusantara Berdikari.

"Selain pembiayaannya, sekarang kita akan dorong akses pasarnya," kata Safari.

Lebih jauh Honorary Consul Republik Indonesia untuk Milan di Italia, Jacopo Fusaia mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki peluang sangat tinggi untuk produk ikan laut, namun ia mengingatkan pebisnis Italia hanya mau melakukan kerjasama dengan perusahaan yang telah lolos uji sertifikasi dari Uni Eropa, oleh karena itu sertifikasi itu menjadi sangat penting.

Selain itu, pengusaha dan importir furnitur Marco Villani mengatakan pihaknya telah melakukan kerjasama selama belasan tahun dan mengimpor produk dari belasan UKM di kawasan Yogyakarta, Bali, Tulung Agung dan Jakarta.

Menurutnya, produk furnitur Indonesia sangat diminati oleh pasar Italia bahkan pasar Eropa karena keunggulan kualitas, kreativitas dan harga yang sangat kompetitif. Meski demikian, kata Marco, pihaknya harus melakukan pendekatan langsung dengan pengrajin agar dapat membuat produk dengan desain percampuran tradisional Indonesia yang diberi sentuhan rasa Italia agar dapat memenuhi standar Italia.

Berdasarkan laporan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, Indonesia dinilai sangat menarik bagi pebisnis Italia, bahkan dari sektor perikanan saja, Indonesia diindikasi berpotensi mengisi kebutuhan pasar tuna untuk Italia, khususnya yellow fin tuna sedikitnya 10 ton per bulan.

Selain itu juga dari sektor mebel, minyak kelapa sawit, batubara dan pakaian yang apabila dikalkulasikan dapat mencapai angka jutaan euro.

Dia menambahkan selain melakukan pertemuan bisnis di Milan, didampingi oleh ITPC  Milan, tim dari Kadin juga melakukan kunjungan kerja ke perusahaan Land and Ocean Srl di Kota Brescia untuk melihat secara langsung perusahaan yang dapat dijadikan contoh dalam rencana pembentukan Indonesia House di Italia. (Ant/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru