Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

3 Penyebab Terjadinya Penyelundupan Barang ke Luar Indonesia

- Sabtu, 07 Juni 2014 12:12 WIB
340 view
 3 Penyebab Terjadinya Penyelundupan Barang ke Luar Indonesia
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Baru-baru ini Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minyak mentah ke luar negeri di kawasan Riau untuk tujuan Malaysia. Kasus ini disebut-sebut sebagai upaya penyelundupan minyak terbesar yang tertangkap dalam sejarah di Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya upaya penyelundupan barang dari dalam negeri ke luar Indonesia atau sebaliknya termasuk komoditi minyak mentah. Pertama, karena terjadi perbedaan harga yang mencolok antara harga barang di dalam negeri dengan produk di luar negeri.

"Disparitas harga, misalnya di Indonesia beli BBM premium selisih Rp 4.000 lebih murah dibandingkan di Timor Leste, mereka tertarik menyelundupkan,"  katanya dalam acara konferensi pers di Kemenkeu, Jumat (6/6).

Ia meyakini jika harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sama dengan Timor Leste, maka tak akan ada penyelundupan. Chatib mengatakan karakteristik barang yang diselundupkan biasanya karena ada selisih harga yang tajam.

"Kedua, barang itu dilarang, misalnya seperti yang terjadi di Atapupu (NTT), kalau orang Timor Leste beli BBM subsidi di Indonesia dilarang, jadi ada saja oknum yang menyelundupkan," katanya.

Selain itu ada faktor lainnya, Ketiga yaitu soal tarif impor/ekspor, makin tinggi tarif impor/ekspor maka semakin berpeluang suatu barang diselundupkan, misalnya handphone yang tarif impornya tinggi maka berisiko tinggi diselundupkan ke dalam negeri. Terkait kasus handphone, modusnya cara pengiriman dengan memisahkan produk handphone dengan kemasannya.

"Jadi diselundukan dengan cara itu, kalau handphone gampang diketahui mana yang ilegal atau legal, Kalau beli HP garansi pabrik itu resmi, kalau garansi toko itu biasanya barang selundupan," katanya.

Beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minyak mentah paling besar dalam sejarah di Indonesia, yang mencapai hampir 60.000 metrik ton. Kapal yang mengangkut minyak ilegal ini adalah kapal MT Jelita Bangsa yang disewa PT Pertamina (Persero) antar minyak mentah ke Kilang Balongan, Jawa Barat.(detikfinance/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru