Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Tambang Emas Newmont Stop Operasi, Ribuan Karyawan Dirumahkan

- Jumat, 13 Juni 2014 12:22 WIB
471 view
Tambang Emas Newmont Stop Operasi, Ribuan Karyawan Dirumahkan
Sumbawa Barat (SIB)- PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) resmi menghentikan kegiatan produksinya mulai 5 Juni 2014 lalu. Salah satu penyebabnya adalah ketentuan ekspor yang baru, penerapan bea keluar dan larangan ekspor yang diberlakukan pada Januari 2017 sangat berdampak pada kelayakan ekonomi operasi Batu Hijau dan tidak sesuai dengan Kontrak Karya.

Hasilnya ribuan tenaga kerja Newmont dirumahkan sementara sampai ada kejelasan nasib dan komunikasi antara pihak Newmont dengan pemerintah.

Berhentinya kegiatan produksi Newmont tidak saja berdampak pada internal perusahaan tetapi juga masyarakat. Masyarakat yang membuka usaha seperti penyedia makan dan rumah tinggal di sekitar industri tambang Newmont mengaku merugi karena karyawan Newmont memilih kembali ke tempat asal mereka tinggal.

"Biasanya omzet hingga Rp 3 juta/hari sekarang karena Newmont tutup produksi pendapatan hanya Rp 1 juta/hari bahkan Rp 500 ribu/hari," kata salah seorang pemilik rumah makan terkenal di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Pak To, Kamis (12/6).

Kecamatan Maluk sendiri berjarak hanya 100 meter dari lokasi penambangan Newmont. Pak To yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur ini mengisahkan tidak hanya usahanya yang merugi, banyak masyarakat Kecamatan Malok yang menyewakan rumah tinggal atau bisnis kos-kosan juga bernasib sama.
Bahkan banyak rumah tinggal yang sengaja dijual oleh pemiliknya karena kembali ke tempat asalnya yang mayoritas berasal dari Jawa Timur.

"Kos-kosan sudah sepi, karyawan Newmont memilih pulang kampung. Banyak rumah diujung jalan sana yang dijual," imbuhnya.

Sedangkan di tempat sama, penjual makanan lain yaitu Heri juga mengeluh omset usaha pisang goreng dan nasi kuningnya anjlok pasca penutupan produksi Newmont.

"Biasanya omset saya jualan nasi kuning setiap pagi selalu ramai bisa Rp 800 ribu, sekarang hanya Rp 300 ribu/hari," keluhnya.

Baik Pak To maupun Heri berharap masalah Newmont bisa diselesaikan antara internal perusahaan dengan pemerintah sehingga kehidupan ekonominya tidak seburuk saat ini.

Sementara itu Specialist Media Relation PT NNT Ari Burhanuddin menegaskan seluruh kegiatan operasional Newmont berhenti total. Ia mencontohkan ratusan truk yang biasa mengangkut hasil tambang kini hanya terparkir rapi di pinggir jalan.

"Sekarang ini kegiatan sudah banyak yang down di Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara. Biasanya di sini setiap hari ramai," cetusnya. (detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru