Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

BPOM: Makanan Ilegal Marak Sebelum Hari Raya

- Sabtu, 14 Juni 2014 13:20 WIB
419 view
 BPOM: Makanan Ilegal Marak Sebelum Hari Raya
Jakarta (SIB)- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat lebih waspada terhadap produk makanan ilegal yang biasanya marak beredar menjelang hari raya. Sebab, pada saat itu, permintaan masyarakat semakin tinggi, sehingga pelaku usaha harus menambah pasokan.

“Modusnya, barang-barang ilegal tersebut ditumpuk di dalam gudang di antara barang perdagangan umum, misalnya sepatu dan perlengkapan rumah tangga,” ujar Kepala BPOM Roy Sparringa dalam konferensi pers, Kamis, (12/6).

Adapun produk ilegal tersebut banyak ditemukan di daerah perbatasan dan pelabuhan, seperti Batam, Medan, Aceh, dan Pekanbaru. Jenis produk yang paling banyak ditemukan yakni biskuit, bumbu instan, serta minuman dan makanan ringan.

Karena itu, Roy mendorong konsumen menjadi pengawas produk pangan beredar secara cerdas. Caranya, dengan kritis mengamati kualitas mutu dan keterangan produk yang akan dibeli. "Masyarakat harus membaca label sebelum membeli," katanya.

Pengawasan ini terutama dilakukan karena makin banyaknya produk makanan dan minuman yang beredar menjelang sejumlah perhelatan, seperti Piala Dunia dan bulan Ramadan. Produk makanan yang baik, tutur dia, semestinya mencantumkan label seperti nama jenis produk, nama dagang, daftar bahan, dan keterangan tanggal kedaluwarsa.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi Siwaja Lukman memperkirakan konsumsi makanan dan minuman ringan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2014 bakal meningkat.

Beberapa jenis makanan yang akan laris selama penyelenggaraan Piala Dunia adalah makanan ringan kacang dan biskuit. Adapun untuk minuman, kata Adhi, konsumen diprediksi akan lebih memilih minuman yang hangat-hangat. "Karena jam tayangnya kan pagi," tuturnya.

Sejumlah peretail juga sudah mempersiapkan parsel-parsel dengan harga ekonomis untuk dijual, meski hari raya Lebaran masih jauh. Gerai supermarket Super Indo, misalnya, menawarkan parsel dengan harga Rp 50 ribuan per paket.

“Ini untuk melayani tingginya permintaan parsel dari masyarakat,” ujar Kepala Divisi Produk dan Grosir PT Lion Super Indo Donny Ardianta Passa. Super Indo juga akan menambah suplai parsel di gerai-gerai yang ada di Indonesia sebesar 10 persen dari penjualan tahun lalu. (Tempo.co/h)



Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru