Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

RI Impor Batik Dari China Hingga Italia Selama 2013

- Sabtu, 18 Januari 2014 19:32 WIB
658 view
 RI Impor Batik Dari China Hingga Italia Selama 2013
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Batik merupakan salah satu produk asli dari kebudayaan Indonesia. Tekstil ini pun menjadi pakaian resmi untuk masyarakat hingga saat ini.
Akan tetapi, ternyata negara lain juga tak ketinggalan dalam memproduksi batik. Bahkan batik tersebut diimpor dalam jumlah besar ke dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip, Jumat (17/1), dilaporkan impor batik selama tahun 2013 (Januari-November) mencapai 278 ton atau senilai US$ 5,1 juta.

Asal batik juga cukup beragam. Mulai dari negara-negara kawasan Asia seperti China, Hong Kong dan India hingga negara di kawasan Eropa seperti Italia.

7. Turki
Impor batik dari Turki tercatat sebesar 5,6 ton atau US$ 192 ribu. Ini catatan secara akumulasi pada Januari-November 2013

6. India
Dari India, batik diimpor sebesar 13,2 ton atau US$ 281 ribu pada tahun 2013 (Januari-November). Secara keseluruhan batik ini masuk pada bulan Oktober 2013.

5. Korea Selatan
Impor batik dari Korea Selatan secara total (Januari-November) mencapai 16,8 ton atau US$ 331 ribu

4. Jepang
Jepang selama ini terkenal dengan teknologi dan produsen kendaraan. Namun, ternyata negeri Sakura ini juga memproduksi batik.Total batik impor dari Jepang ini mencapai 13,3 ton atau US$ 348 ribu (Januari-November).

3. Hong Kong
Impor batik dari Hong Kong tercatat mencapai 32 ton atau US$ 397 ribu selama tahun 2013 (Januari-November).

Dalam 2 bulan terakhir, pada bulan Oktober, impor adalah sebesar 238 kg atau US$ 2.669 dan bulan November impor sebesar 3,8 ton atau US$ 40 ribu.

2. Italia
Italia ternyata juga tidak ketinggalan dalam memproduksi batik. Dalam tahun 2013 (Januari-November) total batik masuk sebesar 43 ton atau US$ 937,6 ribu.

1. China
Impor paling besar berasal dari China dengan akumulasi tahun 2013 (Januari-November) mencapai 134,7 ton atau senilai US$ 2,1 juta.

Sementara jika melihat catatan pada bulan November saja impor sebesar 14,6 ton atau US$ 212 ribu dan Oktober 9,6 ton atau US$ 254 ribu. (dtf/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru