Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 13 Mei 2026

Presiden Jokowi Resmikan Program Lisdes di 74 Desa dan Dua Pembangkit di Papua

- Jumat, 22 Desember 2017 17:03 WIB
846 view
Presiden Jokowi Resmikan Program Lisdes di 74 Desa dan Dua Pembangkit di Papua
SIB/Dok
PERESMIAN LISTRIK: Presiden RI Joko Widodo meresmikan dua Pembangkit Listrik dan Lisdes di Papua didampingi Dirut PLN Sofyan Basir.
Nabire (SIB) -Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 70 MW,yang terletak di Jayapura dan Nabire, serta listrik desa sebanyak 74 desa di Papua dan Papua Barat. Peresmian ini dilaksanakan di PLTMG Nabire, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, Rabu (20/12).

Berlokasi di Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua, PLTMG Nabire 20 MW ini mempunyai nilai investasi  Rp444 miliar. Dengan masa konstruksi 8 bulan dan menyerap tenaga kerja 479 orang. Pembangkit mulai dioperasikan di sistem Nabire sejak 8 Desember 2017.

Tambahan 20 MW dari pembangkit tersebut maka daya mampu sistem Nabire meningkat 105%. Peningkatan ketersediaan listrik ini akan menambah  jumlah pelanggan baru  25.000 pelanggan.

Sementara itu, PLTMG Jayapura 50 MW. Proyek dengan nilai investasi Rp 866 miliar ini telah beroperasi sejak 24 November 2017 dengan masa konstruksi  7,5 bulan dan menyerap 538  tenaga kerja.

Masuknya PLTMG Jayapura 50 MW akan meningkatkan 60% daya mampu di Sistem Jayapura dan berpotensi menambah  62.000 pelanggan baru. Dengan peningkatan kapasitas pembangkit di sistem kelistrikan Nabire dan Jayapura, diharapkan dapat semakin menarik minat investor di Tanah Papua. Bupati Nabire Isaias Douw menyampaikan rasa syukurnya dan terima kasih dengan hadirnya PLTMG di Nabire.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyampaikan, kondisi kelistrikan di Indonesia sekarang sudah semakin baik, pemadaman karena defisit sudah jauh berkurang dan seluruh sistem besar kelistrikan PLN juga telah mengalami surplus daya listrik, bahkan beberapa di antaranya mempunyai reserve margin lebih dari 30 persen," ujar Sofyan.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan memang sulit  membangun kelistrikan di Tanah Papua, namun hal tersebut harus menjadi semangat untuk tetap menerangi negeri. "Di Papua ada 2.000 desa yang belum berlistrik.

Tapi tahun depan semua desa di Tanah Papua harus terang benderang. Memang tidak mudah mengerjakan pekerjaan listrik di Papua. Medannya sangat berat sekali. Seberat apapun medan harus bisa kita taklukkan dan desa-desa harus terang benderang," kata Jokowi.

Jokowi juga menambahkan bahwa untuk urusan listrik harus terus dikebut pembangunannya. "Papua kita kebut terus untuk urusan listrik, katanya. Pembangunan di PLTMG Nabire 20 MW cepat hanya 8 bulan, padahal sepertinya barusan saya groundbreaking. Listrik menjadi kunci bagi investasi yang ada di Papua," tambah Jokowi.

Pada 2017 telah diselesaikan pembangunan dua pembangkit sebesar 70 MW di Papua, yaitu Jayapura 50 MW dan Nabire 20 MW. Tahun 2018 akan diselesaikan 115 MW di  Papua, Merauke 40 MW, Biak 15 MW, Serui 10 MW, Timika 10 MW, Jayapura 40 MW, dan 80 MW di Papua Barat, Manokwari 20 MW, Raja Ampat 10 MW, Sorong 30 MW, Fakfak 10 MW, Kaimana 10 MW. Sedangkan untuk Listrik Desa ada 191 desa yang terlistriki pada 2017. Direncanakan pada tahun 2018 sebanyak 255 desa akan terlistriki oleh PLN.

PLN memiliki Program Papua Terang 2020 yang menargetkan rasio elektrifikasi di Pulau Papua mencapai lebih dari 85.96% dan listrik dapat menjangkau seluruh desa, kecamatan, dan kabupaten. Pembangunan ini juga menyiapkan Papua agar suplai listrik dapat tercukupi untuk kegiatan PON 2020. Dengan tambahan 70 MW di Papua, investor dapat mengembangkan bisnisnya ke Bumi Cendrawasih ini dan memutar roda perekonomian. Dengan masuknya listrik dari PLTMG MPP Jayapura sebesar 50 MW, sistem kelistrikan Jayapura dapat menyuplai sebesar 205 MW. Sementara itu, masuknya listrik dari PLTMG MPP Nabire sebesar 20 MW, maka sistem kelistrikan Nabire dapat menyuplai sebesar 42 MW.

Dalam peresmian ini juga dibagi sembako 1.000 paket, dengan rincian PLTMG Nabire 500 paket dan PLTMG Holtekamp, Desa Parauto, Desa Bomopay, Desa Kosimega , Desa Pamaha masing-masing 100 paket. Ini merupakan perwujudan dari kepedulian PLN. Diharapkan warga sekitar aset selalu mendukung kegiatan pembangunan dan operasional PLN karena listrik merupakan kebutuhan primer dan kepentingan bersama. (rel/A01/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru