Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Mengawali 2014, Pegadaian Medan Bukukan Transaksi Rp 2 Miliar dari Kredit Cepat Aman

- Rabu, 22 Januari 2014 14:11 WIB
1.081 view
Mengawali 2014, Pegadaian Medan Bukukan Transaksi Rp 2 Miliar dari Kredit Cepat Aman
SIB/int
Logo Pegadaian
Medan (SIB)- Pemimpin Cabang PT (Persero) Pegadaian Medan Utama Puji Widodo mengatakan, sejak awal kerja tahun 2014 hingga Selasa (21/1) kredit cepat aman (KCA) yang dikucurkan lembaga keuangan ini  terendah yakni Rp 1 miliar dan tertinggi dalam transaksi per hari sebesar Rp 2 miliar.

"Dari kucuran kredit di awal tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang rata-rata per hari sekitar Rp 800 juta,” ujarnya kepada wartawan SIB, Selasa siang (21/1).

Namun Puji tidak membantah ketika ditanya, meningkatnya kucuran kredit per hari tertinggi Rp 2 miliar terkait menjelang biaya kegiatan Pemilu 9 April 2014. "Bisa jadi kredit yang diminta di Pegadaian ini terkait dengan kegiatan pesta demokrasi. Tapi sebagian besar kalau ditanya pada nasabah, untuk kebutuhan usaha modal kerja, ujarnya.

Ketika ditanya target omzet tahun 2014, katanya, sebesar Rp 370 miliar atau pertumbuhannya sebesar 30% dari realisasi omzet tahun 2013 sebesar Rp 290 miliar dengan 26.000 barang jaminan.

Menurutnya, tidak tercapainya target omzet 2013 sebesar Rp 340 miliar dipengaruhi turunnya harga emas yang berdampak pada realisasi tersebut. Namun  dalam setahun itu yakni di April 2013 kredit dikucurkan sebesar Rp 35 miliar, sedangkan  target per bulannya Rp 32 miliar. Sementara itu kredit tertinggi diberikan kepada seorang nasabah sebesar Rp 10 miliar dengan agunan barang jaminan berupa  20 kg emas.

Dengan realisasi omzet tahun 2013 itu, lembaga keuangan di Cabang Medan ini masuk dalam urutan ke empat kontribusinya se Kanwil I Pegadaian yakni urutan pertama Cabang Pematang Siantar, Banda Aceh, Simpang Limun menyusul Medan Utama. Barang jaminan masih didominasi emas.

"Selama tahun 2013 perbandingan antara kredit yang dikucurkan dengan nasabah yang menebus barang jaminan berimbang," imbuhnya. (A3/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru