Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Ekspor Toyota Naik 10,7 Persen

- Sabtu, 26 Juli 2014 15:44 WIB
514 view
Ekspor Toyota Naik 10,7 Persen
Jakarta (SIB)- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan volume ekspor kendaraan utuh atau complete build-up unit (CBU) perusahaan mencapai 67.757 unit pada semester pertama tahun ini. "Atau meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013, yaitu 61.229 unit," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam keterangan resmi, Jumat (25/7/2014).

Kijang Innova menyumbang ekspor 7.629 unit atau 11,3 persen dari total volume ekspor kendaraan utuh Toyota. Adapun ekspor Fortuner tercatat 24.194 unit atau 35,7 persen total volume ekspor CBU Toyota. Tahun ini, TMMIN memiliki tiga jenis produk ekspor baru, yaitu Vios, Yaris dan Agya. Ketiganya menyumbang 13,9 persen ekspor Toyota atau sebanyak 9.469 unit.

Model lain yang diekspor Toyota adalah Avanza, Town/LiteAce, serta Rush dengan angka masing-masing 18.789, 7.163 dan 513. Jika diakumulasi, ketiganya berkontribusi terhadap 39,2 persen total volume ekspor Toyota. "Total nilai ekspor kendaraan utuh Toyota di semester pertama 2014 sebesar US$ 633,8 juta," ucap Warih.

Selain kendaraan utuh, kendaraan terurai atau yang berbentuk complete knocked down (CKD), mesin bensin, serta komponen juga diekspor TMMIN. Sepanjang semester pertama 2014, TMMIN membukukan ekspor 20.800 unit CKD ke enam negara. Sebanyak 30,6 juta komponen diekspor ke 16 negara. Thailand menerima ekspor 48.000 unit komponen mesin berupa cylinder head dari Indonesia. Selain itu, TMMIN mengekspor 25.000 unit mesin utuh ke 12 negara.

Nilai ekspor komponen kendaraan Toyota Indonesia pada Januari-Juni 2014 sebesar US$ 236,4 juta. Dalam enam bulan pertama tahun ini, nilai ekspor Toyota secara keseluruhan mencapai US$ 870,2 juta, baik dalam bentuk kendaraan utuh maupun komponen kendaraan. Pada tahun ini, Toyota memproyeksikan pertumbuhan ekspor kendaraan utuh sebesar 30 persen dibanding total ekspor kendaraan utuh Toyota pada 2013.

"Diharapkan target bisa tercapai dengan ekspor untuk pasar Timur Tengah, terutama untuk sedan Vios," kata Warih.

Melonjak
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, menyatakan bahwa perusahaannya mencatatkan laba Rp 9,8 triliun sepanjang semester I 2014. "Jumlah ini naik 11 persen dari periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebesar Rp 8,8 triliun," kata Prijono dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7).
Pendapatan bersih Astra pada semester pertama 2014 mencapai Rp 101,5 triliun, naik 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2013, yakni sebesar Rp 94,3 triliun. Namun, bisnis utama perseroan, yaitu bidang otomotif, justru mengalami penurunan laba sebesar 4 persen menjadi Rp 4 triliun.

"Bisnis Grup Astra mencatat hasil yang beragam pada semester pertama 2014 ini meskipun volume operasional masih tinggi. Kinerja keuangan hingga akhir tahun diperkirakan masih baik walaupun kompetisi pada pasar mobil masih tinggi," kata Prijono.

Total penjualan mobil nasional meningkat sebesar 7 persen menjadi 642.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra, yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot, naik 4 persen menjadi 334.000 unit dengan pangsa pasar 52 persen. Sepanjang semester I 2014, Astra juga meluncurkan sebelas model mobil baru dan tujuh model facelift.

Penjualan sepeda motor nasional naik 7 persen menjadi 4,2 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor naik 11 persen menjadi 2,6 juta unit dengan pangsa pasar 62 persen. Di semester I 2014 ini, PT Astra Honda Motor meluncurkan sebelas model facelift. (Tempo.co/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru