Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

77,24 Persen Ikan Olahan Bali Diserap AS

- Sabtu, 02 Agustus 2014 11:17 WIB
239 view
77,24 Persen Ikan Olahan Bali Diserap AS
Denpasar (SIB)- Amerika Serikat menjadi negara potensial dengan menyerap 77,24 persen dari total ekspor matadagangan ikan olahan dari Bali yang totalnya mencapai 9,88 juta dolar AS selama lima bulan Januari-Mei 2014.

"AS menjadi negara terbesar menyerap ikan olahan serta  22,76 persen sisanya diserap oleh berbagai negara lainnya di belahan dunia," kata  Kepala Badan Pusat  Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar di Denpasar, Jumat (1/8).

Ia mengatakan, Bali meraup devisa dari ekspor ikan dalam kaleng sebesar 9,88 juta dolar AS selama lima bulan pertama 2014, meningkat 10,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 8,90 juta dolar AS.

Devisa tersebut diperoleh dari pengapalan matadagangan ikan dalam kaleng sebanyak 3.222,5 ton selama lima bulan pertama 2014, meningkat 11,17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2.898,72 ton.

Pengapalan makanan siap saji dari bahan ikan itu mampu memberikan  kontribusi sebesar 4,59 persen dari total ekspor Bali mencapai 215,04  juta dolar AS,  menurun 0,87 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat  216,92  juta dolar  AS.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat, ekspor ikan siap hidang itu merupakan salah satu dari enam jenis mata dagangan hasil industri pengolahan yang mampu menembus pasaran luar negeri.

Ikan dalam kaleng merupakan salah satu dari enam jenis hasil  industri kecil yang menembus pasaran luar negeri, disamping  komponen rumah jadi, plastik, sepatu, tas serta tekstil dan produk  tekstil.

Matadagangan hasil tangkapan ikan di wilayah perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana Bali bagian  barat itu, sebagai penghasil ikan dalam kaleng di Bali selama  triwulan IV-2013 tumbuh sebesar 152,53 persen (yoy) dengan hasil tangkapan mencapai 2,45 juta ton.

Jumlah itu merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kondisi itu menyebabkan pertumbuhan subsektor  perikanan menunjukkan peningkatan  diakhir tahun 2013.

Peningkatan hasil tangkapan nelayan memberikan andil terhadap sektor perikanan  meningkatkan  perekonomian masyarakat Bali, di mana pertumbuhan subsektor perikanan meningkat dari 0,02 persen menjadi 1,64 persen triwulan IV-2013. (Ant/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru