Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Selandia Baru Pemasok Susu dan Mentega Terbesar ke Indonesia

- Rabu, 06 Agustus 2014 13:36 WIB
371 view
 Selandia Baru Pemasok Susu dan Mentega Terbesar ke Indonesia
Jakarta (SIB)- Dalam enam bulan (Januari-Juni) 2014, Indonesia mengimpor susu sebanyak 30.798 ton senilai US$ 154 juta, juga mentega 8.405 ton senilai US$ 41,1 juta. Dari angka itu, pemasok terbesar adalah dari Selandia Baru.

Demikianlah data yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS), seperti dikutip, Selasa (5/8).

Untuk susu, setiap bulan Indonesia mengimpor dari Selandia Baru pada kisaran 4.000 ton sampai 7000 ton. Dalam tiga bulan terakhir: April tercatat 6459 ton senilai US$ 32,6 juta; Mei 4.664 ton senilai US$ 22,8 juta dan Juni 7.200 ton senilai US$ 35,2 juta.

Selain Selandia Baru, impor susu juga dilakukan dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, Belgia dan negara-negara lainnya. Totalnya dalam enam bulan adalah 109.509 ton atau US$ 509,5 juta.

Sementara itu, mentega yang diimpor dari Selandia baru berkisar 1.000 ton sampai 2000 ton. Bulan April diimpor 2.537 ton senilai US$ 12,9 juta; Mei 1.537 ton atau US$ 7,4 juta dan Juni 1.497 ton atau US$ 7,7 juta.

Selain dari Selandia baru, mentega juga diimpor dari Belgia, Prancis, Amerika Serikat, Australia, dan negara lainnya. 

Impor Kentang dari Inggris
Kentang adalah salah satu bahan pangan yang masih diimpor Indonesia. Bahkan impornya pun sampai jauh-jauh dari Inggris hingga Bangladesh.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya, mencatat impor kentang dalam enam bulan tahun ini mencapai 23.787 ton. Nilainya US$ 14,5 juta.

Impor cukup rutin dilakukan setiap bulannya, dengan volume yang tidak jauh berbeda. Pada April tercatat 7.101 ton (US$ 4,5 juta), Mei 5.726 ton (US$ 3,2 juta), dan Juni 6.004 ton (US$ 3,1 juta).

Berikut rincian impor kentang selama Januari-Juni 2014:
Australia 8874 ton (US$ 5,8 juta), Kanada 5.992 ton (US$ 3,6 juta), Mesir 6.342 ton (US$ 3,5 juta), Inggris 1.200 ton (US$ 1,1 juta), Bangladesh 806 ton (US$ 221 ribu) dan negara lainnya 573 ton (US$ 264 ribu). (detikfinance/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru