Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Furniture Rotan Produk Koperasi Rotan Tamba Jaya Mendunia

Redaksi - Selasa, 10 Maret 2020 18:04 WIB
285 view
Furniture Rotan Produk Koperasi Rotan Tamba Jaya Mendunia
Foto:SIB/Dok
POSE : Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung SE MA, Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut Drs Unggul Sitanggang MSi, Ketua Koperasi Ir Sopar M Tamba dan lainnya berpose, Minggu (1/3) usai berkunjung ke Koperasi Rotan Tamb
Medan (SIB)
Produksi Koperasi Rotan Tamba Jaya dari Sumut mebel rotan seperti kursi, meja makan, kursi malas, sofa, ayunan dan produk lainnya, saat ini sudah mendunia karena telah diekspor ke Belanda, Italia, Venezuela, Australia dan negara di Asia lainnya.

Hal itu dikatakan Plt Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut melalui Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut Drs Unggul Sitanggang MSi kepada SIB, Rabu (4/3) di ruang kerjanya.

Dijelaskan, Koperasi Rotan Tamba Jaya beralamat di Jalan Bunga Trompet No 17 Medan Selayang memiliki anggota pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari kabupaten/kota seperti Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Tapteng, Madina, pengrajin rotan se-kawasan Danau Toba dan kabupaten lainnya di Sumut.

Pengrajin furniture rotan Sumut dulunya adalah CV Haramas dan saat ini telah menjadi koperasi, tujuannya memperluas produksi, permodalan dan membantu mendapat bahan baku rotan yang banyak ditemuka di sekitar hutan kawasan Danau Toba. “Dibentuk koperasi memperluas anggota, agar mendapat bantuan dari pemerintah dan pengawasan dari Dinas Koperasi,” katanya.

Untuk memotivasi koperasi agar bertambah maju, pihak Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut beserta Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung SE MA turun ke lokasi koperasi industri kerajinan rotan tersebut, Minggu (1/3) lalu.

Martin mengaku merasa prihatin, sebab pada awalnya di Sumut ada 7 industri kerajinan rotan, namun tidak dapat bertahan karena kurangnya jaringan dan pemasaran, sehingga saat ini hanya tinggal 2 yang bertahan. Untuk itu, ia sempatkan mengunjungi koperasi yang masih terus eksis dan telah mendunia itu.

Padahal katanya, bahan baku rotan banyak ditemukan di kawasan hutan Danau Toba, dan produk mebel rotan juga diminati masyarakat karena murah, tahan lama dan ramah lingkungan. Ia berharap dunia industri rotan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah agar tidak mati, sebab produk mebel rotan masih diminati dalam negeri dan juga di luar negeri.

“Beberapa kali saya ke luar negeri dan melihat di hotel-hotel berbintang, mereka menggunakan produk mebel rotan. Bahkan kursi Parlemen Belgia juga memakai kursi rotan di ruang sidang paripurna,” ujarnya.
Unggul berharap Koperasi Rotan Tamba Jaya dapat menguatkan kelembagaan koperasinya dan menyejahterakan anggotanya . (M12/c)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru