Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026
Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 7 Persen

Bank Dunia Minta Indonesia Perkuat Fundamental Ekonomi

- Jumat, 24 Januari 2014 14:56 WIB
223 view
Bank Dunia Minta Indonesia Perkuat Fundamental Ekonomi
Jakarta (SIB)- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen dalam lima tahun mendatang untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Menurut Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo, saat ini pendapatan per kapita per tahun baru mencapai US$ 4.000.

"Jika mau keluar dari middle income trap harus mencapai US$12.500. Artinya, pertumbuhan harus dikejar," kata Lukita di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2014.

Saat ini, menurut Lukita, pihaknya tengah merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Selain membahas rencana ekonomi nasional dalam lima tahun kedepan, juga dibahas masalah politik, hukum, dan infrastruktur.

"RPJMN asli disusun oleh Presiden terpilih sesuai dengan acuan visi-misi dalam pemilihan umum. Kami menyiapkan untuk referensi," katanya.

Menurut Lukita, untuk bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, maka harus dilakukan reformasi di berbagai bidang, termasuk pendanaan pembangunan di daerah. "Potensi adanya pemanfaatan dana lain berupa CSR, mendorong obligasi daerah atau mungkin SBN untuk pembangunan infrastruktur ini yang dipercepat, regulasi dan pendanaan," katanya.

Sementara itu, Bank Dunia meminta Indonesia terus memperkuat fundamental ekonominya untuk menghadapi dampak kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang akan mulai memangkas dana stimulus moneter atau tapering off pada bulan ini. Lead Author Bank Dunia, Andrew Burns mengatakan, dampak pengurangan stimulus moneter itu akan terasa hingga lima tahun kedepan.

"Tapering membuat cemas negara-negara berkembang karena bisa menarik modal keluar. Indonesia harus memperkuat fundamental perekonomian dengan cara reformasi birokrasi dan infrastruktur," kata Andrew di kantor perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2014.

Namun, Andrew mengatakan kondisi ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia tahun ini akan membaik. Menurut dia, perbaikan ekonomi disebabkan oleh membaiknya ekonomi global. "Membaiknya perekonomian dunia membuat negara-negara berkembang bisa meningkatkan kinerja ekspor. Kami perkiraan ekonomi dunia tumbuh pada level 3,2 persen," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri mengatakan Pemerintah akan terus melakukan reformasi struktural ekonomi dengan menekan laju impor dan menggenjot ekspor. Dia mengaku yakin neraca perdagangan Indonesia akan membaik pada tahun ini sehingga akan menekan defisit transaksi berjalan.

"Tiga bulan terakhir neraca perdagangan surplus. Hitungan kami Desember juga surplus. Ini akan membuat current account deficit (defisit transaksi berjalan) membaik," ujar dia. (Tempo.co/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru