Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

Keramba Jaring Apung Sumbang Ikan Air Tawar 78.374 Ton/Tahun di Sumut

*Penempatan KJA Diharapkan Sesuai Zonasi yang Ditetapkan Pemerintah
- Senin, 03 Februari 2014 17:36 WIB
643 view
Keramba Jaring Apung Sumbang Ikan Air Tawar 78.374 Ton/Tahun di Sumut
Parapat (SIB)- Masyarakat petani Keramba Jaring Apung (KJA) minta kepada pemerintah agar tidak menutup usaha mereka karena usaha tersebut mendukung perekonomian keluarga mereka. KJA telah menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pinggiran Danau Toba.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Petani Keramba Jaring Apung Gerhard Saragih pada seminar “Budidaya Ikan Air Tawar Secara Lestari di Kawasan Danau Toba Sumatera Utara” di Parapat, Kamis (30/1). Saat ini jelasnya permintaan akan ikan air tawar terus meningkat, sehingga budidaya ikan air tawar juga terus berkembang. Untuk itu diharapkan adanya perhatian pemerintah, baik itu berupa bimbingan cara ternak yang baik maupun bantuan modal berupa pemberian kredit

Terkait dengan aspek negatif yang dihasilkan KJA berupa limbah dan bau disebutkan Saragih merupakan tanggung jawab petani KJA dan mereka berharap ada dukungan dari stakeholder untuk pembersihan pinggiran danau.

Sementara itu peneliti dari LIPI Dr Lukman MSi dalam paparannya menyebutkan, perlu penyadaran bersama bahwa Danau Toba tidak hanya untuk kelompok pembudidaya ikan. Para pemangku kepentingan perlu berpartisipasi aktif dalam peningkatan pemahaman perlindungan ekosistem perairan Danau Toba.

Penetapan kawasan KJA katanya, mesti diurunrembugkan mulai dari tingkat kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba dengan menetapkan secara jelas wilayah-wilayah yang membutuhkan kondisi air dengan kualitas yang tinggi. Melaksanakan pemantauan kualitas air dengan parameter baku mutu yang ditetapkan, dengan lokasi yang mewakili aktivitas yang ada di Danau Toba.

Disebutkan Lukman, perlu dilakukan upaya meminimumkan beban pencemaran ke perairan Danau Toba sehingga daya dukung untuk aktivitas KJA dapat ditingkatkan di antaranya dengan mengoptimalkan peran pengolahan limbah domestik, pengembangan pengolahan limbah sederhana untuk limbah domestik masyarakat dan mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Diterapkannya kriteria “zero waste” pada kegiatan budidaya ikan dengan KJA seperti pemberian pakan FCR (Food Convertion Ratio), restoking ikan pemangsa sisa pakan di sekitar KJA dan pengangkatan ikan mati.

Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut diwakili Drs H Zonny Waldy menyebutkan, luas KJA di Danau Toba 357.161 Ha dengan jumlah keramba sekira 5.000 unit. Dari produksi 136.565 ton produksi ikan air tawar/tahun, keramba jaring apung menyumbang sebanyak 78.374 ton/tahun. Produksi ikan di Sumut tahun 2012 sebanyak 175.721 ton.

Karena peran KJA yang tidak kecil, Kadis mengharapkan penempatan KJA sesuai zona yang ditetapkan pemerintah. Budidaya ikan memperhatikan manajemen pemberian pakan yang baik, benih yang dipakai yang bermutu. Menghindari pemakaian bahan kimia berbahaya. Teknik budidaya sesuai dengan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). (R5/h)







SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru