Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026

Jepang Berminat Ekspor Sapi Beku ke Indonesia

- Kamis, 06 Februari 2014 15:25 WIB
325 view
Jepang Berminat Ekspor Sapi Beku ke Indonesia
Daging sapi
Jakarta (SIB)- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengungkapkan bahwa pemerintah Jepang menyatakan keinginannya untuk mengekspor daging sapi beku ke Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Minister Embassy of Japan untuk Indonesia, Ushio Shigeru, Jepang menyatakan telah bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tanpa vaksinasi berbasis negara.

“Oleh karena itu, mereka berharap dapat memiliki peluang ekspor daging sapi beku ke Indonesia,” kata Syukur di Jakarta, pertengahan Januari lalu.

Pemerintah Indonesia menyambut baik keinginan Jepang itu, sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku. Syarat tersebut antara lain melalui RPH (rumah potong hewan) yang telah disertifikasi halal oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan telah diaudit dari aspek teknis oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. “Jepang bisa mengurangi ketergantungan kita pada sapi Australia,” kata Syukur. 

Syukur juga meminta agar investor Jepang dapat berinvestasi di bidang usaha peternakan khususnya sapi potong di Indonesia.  “Dalam waktu dekat para investor Jepang akan datang ke Indonesia untuk menjajaki kemungkinan untuk menanamlan modal di Aceh, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Namun, sebagai timbal balik, pemerintah Indonesia juga meminta agar pintu ekspor ayam olahan ke Jepang dibuka lagi. Sebenarnya, Indonesia sempat mengekspor daging ayam beku ke Jepang, tetapi terhenti sejak flu burung merebak. “Sejak tahun 2000-an sudah ekspor ke sana,” kata Syukur.

Jika produk ayam olahan dieskpor ke Jepang, diharapkan bisa meminimalisir fluktuasi harga pasar dalam negeri yang sangat tajam selama ini. “Sehingga pada akhirnya diharapkan dapat menciptakan iklim usaha industri perunggasan lebih kondusif,” kata Syukur.

  Kementerian Perdagangan menghitung kebutuhan impor sapi tahun ini mencapai 720 ribu ekor. Jumlah tersebut naik lebih dari 50 persen dibanding jumlah alokasi impor tahun lalu yang mencapai 477.747 ekor sapi, baik yang siap potong maupun bakalan.

Pada triwulan I-2014 akan dikeluarkan izin impor untuk 125 ribu ekor sapi, triwulan II-2014 untuk  141 ribu ekor sapi, triwulan III-2014 sebanyak 133 ribu ekor sapi, dan triwulan IV sebanyak 41 ekor sapi bakalan.(TEMPO.CO,/W)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru