Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Harga Emas Rp2,33 Juta/ons, Rupiah Melemah

Nelly Hutabarat - Kamis, 18 Desember 2025 17:56 WIB
288 view
Harga Emas Rp2,33 Juta/ons, Rupiah Melemah
Foto: Dok
Ilustrasi emas

Medan (harianSIB.com)

Pasar keuangan Asia pada perdagangan Kamis (18/12/2025) relatif minim sentimen ekonomi. Di dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) serta mengandalkan sentimen teknikal dan pergerakan bursa Asia. Pada sesi perdagangan Kamis pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 8.705, meski mayoritas bursa Asia berada di zona tekanan. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.680–8.740 sepanjang perdagangan Kamis ini.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terpantau melemah ke level 16.705 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (USD Index) yang membaik ke level 98,4, meski imbal hasil dolar AS Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,143 persen. Tekanan terhadap rupiah mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi membaiknya data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dapat memicu sikap lebih hawkish dari The Fed.

Inflasi AS pada November secara bulanan diproyeksikan meningkat menjadi 0,3 persen, yang berpotensi mengurangi peluang pemangkasan suku bunga pada 2026 dan mendorong penguatan dolar AS. Berbeda dengan rupiah, harga emas justru melanjutkan tren kenaikan dan diperdagangkan di kisaran 4.330 dolar AS per ons troi atau sekitar Rp2,33 juta per gram. Harga emas semakin mendekati level tertingginya dan berpeluang mencetak rekor baru di atas 4.370 dolar AS per ons troi dalam bulan ini.(*)

Baca Juga:

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sepanjang 2018, BEI Kedatangan 200 Ribu Investor Saham Baru
Indonesia Harus Siapkan Dana 4 Kali Lipat Asian Games
Film Jepang Tentang Tsunami Aceh Buka NETPAC Asian Film Festival
Pembangunan Lods Pasar Berbiaya Belasan Miliar Rupiah di Agara Terkesan Dipaksakan
Bawa Ribuan Butir Obat Penenang, Seorang Penumpang Air Asia Ditangkap Bea Cukai Kualanamu
Banyak Negara Berlomba Naikkan Suku Bunga
komentar
beritaTerbaru