Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Isu Blokade Hormuz Belum Guncang Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat

Nelly Hutabarat - Selasa, 14 April 2026 21:49 WIB
143 view
Isu Blokade Hormuz Belum Guncang Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat
harianSIB.com/Dok
Selat Hormuz

Jakarta(harianSIB.com)

Isu blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat disebut belum memberikan tekanan besar terhadap pasar saham Asia. Mayoritas bursa di kawasan itu justru dibuka menguat, Selasa (14/4/2026).

Hal tersebut disampaikan Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin. Menurutnya, pelaku pasar masih menaruh harapan adanya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat meski Iran merespons dingin tekanan yang berkembang.

"Pasar masih berharap ada titik temu antara Iran dan AS, sehingga sentimen negatif belum terlalu dominan," ujarnya.

Baca Juga:
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia justru melemah ke kisaran 96 dolar AS per barel. Kondisi itu ikut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Sejalan dengan sentimen tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.603.

Namun, nilai tukar rupiah tercatat melemah ke kisaran Rp17.115 per dolar AS, meski indeks dolar turun ke level 98,3.

Sementara itu, harga emas dunia naik ke level 4.775 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,64 juta per gram. Kenaikan emas menunjukkan investor masih memburu aset aman di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik.

Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan situasi di Selat Hormuz karena kawasan tersebut menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia yang berpengaruh terhadap ekonomi global.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Aksi Penembakan Brutal di Dua Kota Amerika Serikat, 4 Tewas
Pembangunan Lods Pasar Berbiaya Belasan Miliar Rupiah di Agara Terkesan Dipaksakan
AS Peringatkan Semua Pelabuhan dan Asuransi agar Tidak Layani Kapal Iran
Perusahaan Amerika Serikat Suntik Modal PT INKA Rp 440 Miliar
Bupati Asahan Diduga Terima Ratusan Juta Rupiah Dana Insentif Pemungutan Pajak Daerah Sektor PPJ
AS Siap Jatuhkan Sanksi Terberat kepada Iran
komentar
beritaTerbaru