Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Kelangkaan BBM Ancam Target Proyek Konstruksi di Sumut

Oki Lenore - Rabu, 15 Juli 2026 08:00 WIB
992 view
Kelangkaan BBM Ancam Target Proyek Konstruksi di Sumut
Foto: harianSIB.com/Dok Pribadi)
Senior konstruksi Indonesia Erikson Lumbantobing menyampaikan keterangan terkait dampak kelangkaan BBM terhadap sektor konstruksi di Sumatera Utara.

Medan(harianSIB.com)

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara mulai berdampak terhadap sektor konstruksi. Antrean panjang di sejumlah SPBU di Medan, Deliserdang, Binjai, dan sekitarnya dikhawatirkan menghambat operasional proyek serta meningkatkan biaya pelaksanaan pekerjaan.

Senior konstruksi Indonesia, Erikson Lumbantobing, mengatakan keterbatasan pasokan BBM telah memunculkan persoalan baru bagi pelaku usaha konstruksi karena alat berat dan kendaraan operasional sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

"Di mana pun jika terjadi kelangkaan BBM akan menimbulkan high cost economy. Di Sumut hingga hari ini dampaknya mulai dirasakan sektor konstruksi. Tiga hari saja terjadi kelangkaan sudah pasti mengganggu target pencapaian karena alat-alat berat tidak bergerak. Padahal sektor konstruksi sangat bergantung pada alat berat yang membutuhkan BBM," ujar Erikson di Medan, Rabu (15/7/2026).

Mantan Ketua Umum Gapeksindo Sumut tiga periode itu meminta kondisi di lapangan juga dilihat dari sisi sektor industri. Menurutnya, keterbatasan pasokan BBM menghambat operasional alat berat, kendaraan pengangkut material, hingga berpotensi mengganggu target penyelesaian proyek.

Baca Juga:
Ia menilai pemerintah harus segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain menghambat aktivitas ekonomi, antrean panjang kendaraan di SPBU juga memicu kemacetan yang menyebabkan pemborosan bahan bakar dan waktu masyarakat.

"Dampaknya pada penggunaan alat berat dan juga alat angkut material seperti dump truck, molen truck, dan semua mesin yang menggunakan BBM sangat terasa," katanya.

Erikson mengaku belum memiliki data pasti mengenai jumlah proyek yang terdampak. Namun, menurutnya, hampir seluruh pelaku usaha konstruksi mulai merasakan dampak kelangkaan BBM.

"Saya tidak punya data untuk itu, mungkin bisa ditanyakan langsung kepada pelaksana konstruksi di Medan. Tetapi secara asumsi, dampaknya sudah pasti dirasakan seluruh pelaku usaha konstruksi," ujarnya.

Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, berbagai target pembangunan yang telah direncanakan kontraktor berpotensi terganggu. Selain memperlambat penyelesaian proyek, kelangkaan BBM juga dapat meningkatkan biaya operasional akibat bertambahnya waktu kerja alat berat, terganggunya distribusi material, dan menurunnya produktivitas pekerja.

"Kalau kondisi ini terus berlangsung, tentu akan ada efek domino terhadap sektor konstruksi. Proyek yang seharusnya berjalan sesuai jadwal bisa mengalami perlambatan," katanya.

Erikson berharap pemerintah daerah bersama PT Pertamina segera melakukan koordinasi dan langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM bagi sektor-sektor produktif, termasuk sektor konstruksi yang menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah.

"Seharusnya ada koordinasi khusus yang dilakukan oleh pemerintah dan Pertamina untuk mengatasi permasalahan tersebut," pungkasnya.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Video Syur Siswi SMA Diputar Lewat Proyektor di Kelas
Kelompok Tani Desa Bahdamar Sergai Bentrok dengan SPBUN dan BKO Kebun Dolokilir
Bila Terbukti Lalai, Rekanan Proyek Jembatan Titi II Harus Kembalikan Uang Muka
Anggota DPRD Pertanyakan Cara Kerja Proyek Pembetonan di Medan
Musim Penghujan, Warga Minta Pekerja Proyek Drainase Pasang Rambu
HPJI Sumut Tingkatkan SDM Sektor Konstruksi Jalan
komentar
beritaTerbaru