Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Perusahaan Hashim Menangi Lelang Blok Gas Raksasa Natuna D-Alpha

Redaksi - Minggu, 20 September 2026 08:57 WIB
395 view
Perusahaan Hashim Menangi Lelang Blok Gas Raksasa Natuna D-Alpha
harianSIB.com/kolase
Hashim Djojohadikusumo dengan latar belakang gambar Prabowo.

Jakarta (harianSIB.com)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang enam Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahap I Tahun 2026. Salah satu pemenangnya adalah PT Nations Petroleum, perusahaan di bawah Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, yang memenangkan WK Natuna D-Alpha.

Pengumuman itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian ESDM, enam blok migas tersebut terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yakni Sapukala dan Natuna D-Alpha. Empat lainnya adalah WK lelang reguler area studi ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.

Total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama dari keenam WK mencapai US$141,51 juta, dengan akumulasi bonus tanda tangan US$1,6 juta.

Hashim Djojohadikusumo merupakan adik Presiden Prabowo Subianto. Melalui penawaran langsung, Nations Petroleum memenangkan WK Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti tiga tahun pertama US$103.309.000. Angka itu setara Rp1,83 triliun (asumsi kurs Rp17.730 per US$). Bonus tanda tangannya US$200.000, atau sekitar Rp3,55 miliar.

Baca Juga:
Dalam pengumumannya, Kementerian ESDM merinci komitmen pasti tersebut, sebagaimana dilihat pada Jumat (18/9/2026). "Komitmen pasti tersebut meliputi 3 paket G&G Study, akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 591 km², 1 Pilot Unit Design and Engineering, 3 paket CO2 Integrated Study, 1 Manufacturing, Procurement and Construction, 2 paket EPC Design Cost, 1 sumur appraisal, 1 sumur eksplorasi, serta 1 paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring," bunyi pengumuman tersebut.

Mengutip situs resmi Arsari Group, Nations Petroleum merupakan perusahaan migas yang berinvestasi dalam teknologi ekstraksi dan pemulihan mutakhir. Tujuannya memaksimalkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi pada masa depan energi yang lebih terjamin.

Berikut daftar pemenang lelang WK Migas Tahap I Tahun 2026:

- WK Sapukala (penawaran langsung): Eni Indonesia Limited, komitmen pasti US$8.000.000, bonus tanda tangan US$200.000

- WK Natuna D-Alpha (penawaran langsung): PT Nations Petroleum, komitmen pasti US$103.309.000, bonus tanda tangan US$200.000

- WK Bengara II (lelang reguler): Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited, komitmen pasti US$16.500.000, bonus tanda tangan US$300.000

- WK Pesut Mahakam (lelang reguler): PT Timur Hijau Investama, komitmen pasti US$7.403.000, bonus tanda tangan US$300.000

- WK Puri (lelang reguler): PT Timur Hijau Investama, komitmen pasti US$3.350.000, bonus tanda tangan US$300.000

- WK Rupat (lelang reguler): Cinda Energy (Hong Kong) Limited, komitmen pasti US$2.950.000, bonus tanda tangan US$300.000

Mangkrak Sejak 1973

WK Natuna D-Alpha berada di lepas pantai Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Blok ini memiliki sejarah panjang. Gas di lapangan tersebut pertama kali ditemukan operator asal Italia, AGIP, pada 1973.

Blok ini disebut memiliki potensi gas hingga 222 triliun kaki kubik (TCF). Namun, tingginya kandungan karbon dioksida (CO2) membuat gas yang kemungkinan bisa dieksploitasi hanya sekitar 46 TCF. Kementerian ESDM juga mencatat potensi minyak di blok ini sekitar 2.865 juta barel (MMBO).

ExxonMobil mengantongi hak partisipasi pada 1980 melalui anak usahanya, Esso Natuna, dengan porsi 50 persen. Sisanya dipegang PT Pertamina (Persero). Pada 1996, sebanyak 26 persen PI dialihkan ke Mobil Natuna, sehingga ExxonMobil memegang 76 persen dan Pertamina 24 persen.

Pemerintah mencabut hak ExxonMobil pada 2007 karena blok tak kunjung digarap. Pada 2008, pengelolaan diserahkan ke Pertamina. Pertamina lalu membentuk konsorsium bersama ExxonMobil, Total E&P, Petronas, dan PTT EP Thailand. Konsorsium itu bubar di tengah jalan, dan ExxonMobil hengkang pada 2017.

Saat itu, Kementerian ESDM memperkirakan investasi yang dibutuhkan sekitar US$52 miliar. Pada 2022, Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembalikan blok ini ke pemerintah. PHE memilih fokus pada lapangan Arwana dan Barakuda di sebelah utara Natuna D-Alpha.

Pemerintah kemudian memecah Blok East Natuna menjadi tiga WK, yakni Arwana-Barakuda, Natuna D-Alpha, dan Paus. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM saat itu, Tutuka Ariadji, mengatakan pemecahan dilakukan karena blok terlalu besar. "Kita akan bagi tiga karena terlalu besar blok itu," ujarnya dalam Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (26/12/2022).

Tutuka juga menyebut cadangan D-Alpha lebih besar dari Blok Masela, tetapi berkandungan karbon tinggi. "Untuk itu perlu ditawarkan sendiri yang D-Alpha ini," katanya.

Menurut sumber Bloomberg Technoz, Kufpec sempat mengajak Shell Plc menggarap blok ini pada Desember 2025 setelah joint study pada 2024. Perwakilan manajemen Kufpec Indonesia, Ichsan Samiron, saat itu enggan berkomentar. Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, mengatakan Shell tengah menjajaki peluang investasi hulu migas di Indonesia.

Tiga blok yang belum ada pemenangnya, yakni WK Rombebai, Maratua II, dan Jayapura, dibuka kembali melalui skema penawaran langsung. Kementerian ESDM juga membuka penawaran lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026 untuk delapan wilayah kerja baru, yakni Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu, dan Leti Selatan.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
SKK Migas - KKKS Wilayah Sumut Sosialisasikan Kegiatan Hulu Migas
Hiswana Migas Sumut Serahkan Sumbangan ke Korban Tsunami Palu dan Donggala
Pertamina dan Hiswana Migas Sumut Serahkan Bantuan CSR di Lhokseumawe
Dana Desa Tahap III di Simalungan Cair di 60 Desa
DPP N4J Serahkan Bantuan Tahap II untuk Korban Bencana Lombok dan Palu
Pembangunan Jalan Balige By Pass Tahap II Masuki Tahap Penimbunan
komentar
beritaTerbaru