Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026

Garuda Siap Ambil Rute Penerbangan Merpati

*Pakai ATR, Garuda Bakal Buka Rute Hingga Merauke
- Selasa, 11 Februari 2014 20:30 WIB
633 view
Garuda Siap Ambil Rute Penerbangan Merpati
SIB/Int
Garuda Indonesia
Tangerang (SIB)- Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar menyatakan siap mengambil rute Merpati apabila terdapat rute penerbangan Merpati yang cocok dengan Garuda.

"Kalau kita bisa melakukan, ya kita lakukan. Rutenya saja ya. Tetapi kami belum tahu rute-rutenya Merpati, tentunya kalau bisa dilayani oleh ATR atau pesawat kita, kita akan lakukan," kata Emir usai memberi keterangan pers "Laporan Kinerja Keuangan Garuda" di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Senin.

Emir menegaskan, Garuda Indonesia tidak menangani rute penerbangan Merpati dengan pesawat kecil atau perintis.

"Karena Merpati kan punya pesawat lebih kecil tetapi Garuda nggak punya pesawat kecil," ujarnya.

Emir belum memberi kepastian sikap, apakah Garuda akan memiliki saham 3,6 persen dari Merpati itu akan mengambil Merpati atau tidak.

"Garuda ini kan Tbk, jadi apapun langkah korporasi yang kita lakukan itu harus meningkatkan value pada Garuda, karena kita Tbk. Dan kita harus open. Jadi sampai saat ini kita belum melakukan apa apa, kita juga belum ditawarkan," ujarnya.

Sementara itu, PT Citilink yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia telah mengajukan kepada Kementerian Perhubungan untuk mengambil rute Merpati.

Direktur Utama PT Citilink Arif Wibowo mengungkapkan, perusahaannya mengaku akan mengambil alih rute penerbangan untuk wilayah Indonesia Timur.
"Kita sudah mengajukan ke Kementerian Perhubungan tetapi kan ada rute yang baling-baling yang nggak bisa kita ambil. Jadi kita akan mengajukan untuk di Indonesia Timur dimana Citilink nggak punya," kata Arif.

"Saya ingin rute ke Indonesia timur seperti Papua. Pokoknya yang basisnya Makassar. Saya belum bisa declare nanti orang minta semua lagi," tambahnya.
Kondisi Merpati saat ini terbebani utang sekitar Rp6,7 triliun. Padahal restrukturisasi perusahaan tersebut sudah dijalankan sejak tahun 2005 dengan penyuntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN), pemberian dana subloan agreement (SLA) untuk pembelian investor.

Perusahaan penerbangan "plat merah" tersebut telah menghabiskan dana hingga sekitar Rp3,6 triliun untuk menyelamatkan Merpati namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Saat ini, Merpati mengalami defisit kas perusahaan, penghentian operasi sejumlah rute penerbangan, tunggakan asuransi, hingga tunggakan biaya gaji karyawan.

Pakai ATR, Garuda Bakal Buka Rute Hingga Merauke
Maskapai plat merah PT Garuda Indonesia Airlines Tbk akan terus mengembangkan sayapnya dengan membuka rute-rute baru. Tahun ini, dengan pesawat ATR 72-600, Garuda akan membuka sejumlah rute ke daerah timur Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan, sebanyak 6 pesawat ATR 72-600 akan didatangkan di tahun ini. Pesawat tersebut digunakan untuk melayani rute-rute baru, salah satunya Merauke.

"Merauke nanti jadwalnya dengan ATR kita. Nanti ada Banyuwangi, Mamuju dengan menggunakan ATR kita," kata Emir.

Di tempat yang sama, VP Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan, Garuda siap terbang ke daerah timur dengan 3 rute pertama seperti Banyuwangi, Jember, dan Mamuju.

Menurut informasi penerbangan Banyuwangi adalah dari Surabaya, lalu Surabaya-Jember, Makassar-Mamuju. Sementara Merauke, penerbangannya adalah Jakarta-Jayapura-Merauke.

"Merauke tahun berikutnya (2014). Pesawat itu akan membantu konektivitas daerah-daerah timur," kata Pujobroto.

Rute-rute yang dituju Garuda ini telah direncanakan sejak lama, meski dalam waktu yang sama maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines biasa terbang ke daerah-daerah tersebut sedang terseok-seok.

Selain menambah 6 peswat ATR 72-600, Garuda pun pada 2014 akan mendatangkan 2 pesawat B777-300, 4 pesawat A330, 12 pesawat B738, dan 3 pesawat Bombardier CRJ. Dengan demikian di akhir 2014, Garuda akan memiliki armada dengan usia rata-rata 4,5 tahun. (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru