Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 23 Oktober 2026

IHSG Kembali Melemah, Rupiah Tertekan dan Harga Emas Dunia Terpuruk

Nelly Hutabarat - Jumat, 23 Oktober 2026 12:45 WIB
189 view
IHSG Kembali Melemah, Rupiah Tertekan dan Harga Emas Dunia Terpuruk
FOTO/dok.SindoNews
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (23/10/2026) .

Medan(harianSIB.com)

Pasar keuangan global kembali diwarnai tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah, rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara harga emas dunia merosot di tengah lonjakan harga minyak mentah.

Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Jumat (23/10/2026), menjelaskan, di pasar obligasi AS, aksi beli terjadi setelah imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun di bawah 5%. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan maraknya penerbitan obligasi korporasi oleh perusahaan-perusahaan di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun, keraguan investor terhadap kemampuan perusahaan AI menghasilkan keuntungan turut mendorong minat terhadap surat utang pemerintah AS.

Di pasar saham domestik, IHSG yang sempat menguat hingga level 5.397 pada awal perdagangan Jumat (23/10/2026), kembali melemah. Tekanan terutama berasal dari sentimen negatif eksternal, termasuk kekhawatiran terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Baca Juga:
Pelemahan pasar saham juga dipengaruhi lonjakan harga minyak mentah dunia yang mencapai 114,5 dolar AS per barel. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang turut berada di zona merah.

Meski demikian, IHSG masih berpeluang bergerak berbeda dari bursa regional. Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kabar mengenai Danantara yang masuk ke pasar saham.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai Rp18.050 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi meskipun dolar AS belum memperoleh dukungan positif dari sejumlah indikator keuangan, termasuk imbal hasil surat utang pemerintah AS dan indeks dolar AS.

Tekanan juga melanda pasar emas. Harga emas dunia terpuruk ke level 3.993 dolar AS per troy ounce, setara sekitar Rp2,3 juta per gram.

Penurunan harga emas tersebut terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah dan meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik geopolitik.

Pelaku pasar turut mencermati laporan serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap fasilitas minyak Arab Saudi yang menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pasar keuangan masih menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari sentimen eksternal, fluktuasi harga komoditas, hingga risiko geopolitik. Investor pun terus mencermati perkembangan global untuk mengukur arah pergerakan saham, nilai tukar rupiah, dan harga emas selanjutnya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BI Tahan Suku Bunga, IHSG Berbalik Arah dan Ditutup Menguat
IHSG Anjlok Lebih 5%, Rupiah Tembus 18.040 per Dolar AS
Media Asing Soroti IHSG Indonesia Anjlok 8 Persen
IHSG Anjlok 11,57 Persen, JISDOR Rupiah Tembus Rp18.052
IHSG Anjlok, Dasco, Rosan dan Kapolri Sambangi BEI
IHSG Anjlok 8,01% hingga Trading Halt, Rupiah Tembus Rp18.070, Harga Emas Melemah
komentar
beritaTerbaru