Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Dalam Satu Bulan RI Impor Susu, Teh dan Kopi Rp 580 Miliar

- Rabu, 05 Maret 2014 16:03 WIB
606 view
 Dalam Satu Bulan RI Impor Susu, Teh dan Kopi Rp 580 Miliar
Jakarta (SIB)- Komoditi teh, kopi dan susu merupakan produk konsumsi yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia dan sudah bisa dihasilkan di dalam negeri.

Namun produk-produk tersebut sebagian masih dipasok dari luar negeri. Pada Januari 2014 impor ketiga komoditas tersebut sudah mencapai Rp 580 miliar.

Berikut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Januari 2014 yang dikutip detikFinance, Selasa (4/3/2014).

Teh
Impor teh pada bulan Januari 2014 tercatat sebesar 1.134 ton atau US$ 1,8 juta (kurang lebih Rp 18 miliar). Impor bukan hanya saat ini saja, namun juga dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun 2013, impornya bahkan mencapai 20.579 ton atau US$ 29,3 juta.

Pada Januari 2014 negara asalnya adalah Vietnam dengan 588 ton atau US$ 622 ribu, India 258 ton atau US$ 477 ribu, Kenya 109 ton atau US$ 231 ribu, Srilanka 27 ton atau US$ 207 ribu, Inggris 2,5 ton atau US$ 107 ribu dan negara lainnya 147 ton atau US$ 242 ribu.

Kopi

Kopi impor yang masuk dilaporkan mencapai 985 ton atau US$ 2,2 juta (kurang lebih Rp 22 miliar). Tahun 2013 impornya adalah sebesar 15.800 ton atau US$ 38,8 juta.

Asal kopi impor (Januari 2014) adalah dari Vietnam sebesar 842 ton atau US$1,6 juta, Amerika Serikat 37 ton atau US$ 326 ribu, Italia 8 ton atau US$ 156 ribu, Thailand 38 ton atau US$ 56 ribu dan negara lainnya 58 ribu atau US$ 140 ribu.

Susu

Susu impor tercatat sebesar 12 ribu ton atau US$ 54,6 juta pada Januari 2014 (kurang lebih Rp 540 miliar). Susu merupakan komponen bahan pangan yang cukup besar diimpor. Tahun 2013 silam, dilaporkan impor susu sebesar 215 ribu ton atau US$ 864,5 juta.

Pada Januari 2014 Susu dipasok dari AS sebesar 3804 ton atau US$ 16,3 juta, Australia 2635 ton atau US$ 12,3 juta, Selandia Baru 2109 ton atau 10,8 juta, Belgia 1025 ton atau US$ 4,5 juta, Kanada 775 ton atau US$ 3,2 juta dan negara lainnya 1739 ton atau US$ 7,4 juta.

Singapura juga menjadi salah satu negara pemasok bawang putih impor ke Indonesia. Namun dipastikan produk bawang putih tersebut bukan diproduksi di Negeri Singa tersebut namun berasal dari negara pemasok seperti China.

Dari laporan bulanan Badan Pusat Statistik (BPS) bawang putih impor asal Singapura mencapai 55,8 ton atau senilai US$ 24 ribu. Importir beralasan hal ini terjadi karena mekanisme perdagangan global.

"Bisa saja itu terjadi artinya barang itu dari pedagang Singapura tetapi asal barang bukan dari Singapura misalnya dari China atau Australia. Ini menyangkut perdagangan multinasional," ungkap Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia Khafid Sirotuddin, Selasa (4/3).

Ia memastikan bahwa tidak ada tanaman bawang putih di Singapura. Bahkan tidak hanya bawang putih, lahan beras pun tidak dapat ditemukan di Singapura. "Kalau bicara negara asal barang yaitu Singapura di sana nggak ada tanaman. Tanaman di Singapura gedung itu. Tetapi mereka di sana itu kan negara kedua," imbuhnya.

Menurutnya tidak ada keuntungan yang didapat importir mengimpor bawang putih dari Singapura. Harga bawang putih dari pedagang di Singapura sama dengan harga bawang putih asal China.

"Harganya sama saja, importir tidak mendapatkan keuntungan yang signifikan," jelasnya. (detikfinance/h)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru