Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Ini Jenis Komoditi yang Rutin Diimpor Indonesia

- Jumat, 07 Maret 2014 14:28 WIB
795 view
Ini Jenis Komoditi yang Rutin Diimpor Indonesia
Jakarta (SIB)- Impor pangan atau sembako seperti sudah menjadi tradisi di dalam negeri. Hampir setiap bulan, sembako asing masuk membanjiri pasar domestik.

Sebut saja seperti bawang, cabai, beras hingga kentang diimpor dari negara luar. Asalnya pun bermacam-macam. Mulai dari Singapura, Thailand, Vietnam, China, Australia, hingga Paraguay.

Hal ini berdasarkan laporan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Kamis (6/3). Berikut adalah beberapa sembako yang diimpor RI:

Kopi

Kopi impor yang masuk dilaporkan mencapai 985 ton atau US$ 2,2 juta. Tahun 2013 impornya adalah sebesar 15.800 ton atau US$ 38,8 juta.

Asal kopi impor adalah dari Vietnam sebesar 842 ton atau US$1,6 juta, Amerika Serikat 37 ton atau US$ 326 ribu, Italia 8 ton atau US$ 156 ribu, Thailand 38 ton atau US$ 56 ribu dan negara lainnya 58 ribu atau US$ 140 ribu.

Teh

Impor teh pada bulan Januari tercatat sebesar 1.134 ton atau US$ 1,8 juta. Impor bukan hanya saat ini saja, namun juga dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun 2013, impornya bahkan mencapai 20.579 ton atau US$ 29,3 juta.

Negara asalnya adalah Vietnam dengan 588 ton atau US$ 622 ribu, India 258 ton atau US$ 477 ribu, Kenya 109 ton atau US$ 231 ribu, Srilanka 27 ton atau US$ 207 ribu, Inggris 2,5 ton atau US$ 107 ribu dan negara lainnya 147 ton atau US$ 242 ribu.

Garam

Garam yang diimpor selama Januari adalah 278 ribu ton atau US$ 13,4 juta. Sementara dari Singapura adalah sebesar 3,1 ton atau US$ 17 ribu. Tahun 2013 lalu, impornya mencapai 9 ton atau US$ 16 ribu.

Negara lainnya yang ikut memasok garam adalah Australia dengan catatan 183 ribu ton atau US$ 9,2 juta, India 94 ribu ton atau US$ 3,9 juta, Selandia Baru 384 ribu ton atau US$ 147 ribu.

Kemudian garam juga diimpor dari benua Eropa, yaitu Jerman. Dengan volume sebesar 48 ribu ton atau US$ 137 ribu. Serta akumulasi dari negara lainnya dengan total 105 ton atau US$ 14 ribu.

Kedelai

Impor kedalai dilaporkan mencapai 149 ribu ton atau senilai US$ 86,1 juta.

Asalnya dari Amerika Serikat sebesar 146 ribu ton atau US$ 84,1 juta. Kemudian Ukraina 1567 ton atau US$ 783 ribu, Malaysia 1109 ton atau US$ 759 ribu, Ethiopia 694 ton atau US$ 347 ribu, dan Kanada 142 ton atau 102 ribu.

Cabe

Kemudian adalah Cabe (kering-tumbuk) dengan catatan 1.152 ton atau US$ 1,6 juta. Ini didatangkan dari India 891 ton atau US$ 1,1 juta, China 209 ton atau US$ 30 ribu dan Tailand Malawi dan Pakistan serta negara lainnya sekitar 50 ton atau US$ 100 ribu.

Cabe jenis kedua adalah awet sementara dengan total impor 563 ton atau US$ 576 ribu. Asalnya adalah dari China 243 ton atau US$ 292 ribu dan Thailand 320 ton atau US$ 284 ribu.

Bawang Merah

Impor bawang merah tercatat total 6247 ton atau US$ 3,1 juta. Asalnya dari India 2548 ton atau US$ 1,3 juta, Thailand 2668 ton atau US$ 1,2 juta dan Vietnam 1030 ton atau US$ 487 ribu.

Bawang Putih

Bawang putih diimpor sebesar 30.790 ton atau US$ 22,2 juta. Impor dilakukan dari China 30.734 ton atau US$ 22,2 juta dan Singapura 55,8 ton atau US$ 24 ribu.

Susu

Susu impor tercatat sebesar 12 ribu ton atau US$ 54,6 juta pada Januari 2014. Susu merupakan komponen sembako yang cukup besar diimpor. Tahun 2013 silam, dilaporkan impor susu sebesar 215 ribu ton atau US$ 864,5 juta.

Susu dipasok dari AS sebesar 3804 ton atau US$ 16,3 juta, Australia 2635 ton atau US$ 12,3 juta, Selandia Baru 2109 ton atau 10,8 juta, Belgia 1025 ton atau US$ 4,5 juta, Kanada 775 ton atau US$ 3,2 juta dan negara lainnya 1739 ton atau US$ 7,4 juta. (detikfinance/h)



Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru