Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Ekonomi Global Membaik, Investor Mulai Pede Investasi di Pasar Saham di RI

- Jumat, 07 Maret 2014 14:30 WIB
444 view
 Ekonomi Global Membaik, Investor Mulai Pede Investasi di Pasar Saham di RI
Jakarta (SIB)- Investor di seluruh dunia termasuk Indonesia sudah mulai percaya diri dalam melihat perkembangan pasar saham di tahun ini.

CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan, meningkatnya minat investor untuk menginvestasikan dananya di ekuitas mencerminkan outlook ekonomi yang lebih positif secara jangka panjang, meski terjadinya ketidakstabilan pasar akhir-akhir ini.

"Tahun ini, investor Indonesia merasa lebih percaya diri terhadap ekuitas domestik," kata dia saat Diskusi Tren Reksa Dana oleh Schroder di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Michael menyebutkan, analisis dari Schroders Global Investment Trends Report 2014 melalui survei dari 15.749 investor dari 23 negara menyebutkan, lebih dari empat per lima atau 82% investor akan mempertahankan atau meningkatkan jumlah yang mereka investasikan dan tabung di tahun 2014, dengan 70% investor yang berniat untuk menginvestasikan dana mereka di ekuitas.

Untuk kelas aset penting di Indonesia, hasil riset mengungkapkan bahwa 46% investor Indonesia akan menginvestasikan cadangan tabungannya di ekuitas, obligasi, komoditas, properti dan dana pensiun.

Sementara 26% dari investor mengatakan bahwa mereka akan menyimpan uang tunai dalam bentuk deposito di bank, sama dengan hasil global di mana 23% investor berniat untuk mendepositokan uang mereka dalam bentuk tabungan. Hanya 7% dari investor Indonesia mengatakan bahwa mereka akan fokus untuk membayar utang atau menggunakan cadangan tabungan untuk pembelian barang mewah.

"Laporan ini menunjukkan tanda-tanda kepercayaan diri yang meninggi, di mana keyakinan para investor kembali meningkat pada pasar ekuitas, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan performa pasar yang baik di negara-negara berkembang," terangnya.

Namun, sambungnya, tren terkait investasi ekuitas tetap memiliki beberapa tantangan di tahun 2014. Meski berita positif berdatangan dari berbagai negara, pertumbuhan GDP secara global tetap lebih rendah daripada yang dibayangkan, jika dibandingkan dengan tingkat pemulihan dari resesi sebelumnya.

"Krisis di Ukraina akan mempengaruhi harga minyak yang berdampak pada perekonomian kita tapi itu short term. Long term-nya kebijakan ekonomi moneter, kebijakan tapering the fed, pertumbuhan ekonomi di China dan recovery di Eropa juga akan berpengaruh," tandasnya. (detikfinance/q)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru