Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Beras Asal Vietnam Diduga Mengandung Klorin

- Rabu, 12 Maret 2014 20:12 WIB
1.121 view
 Beras Asal Vietnam Diduga Mengandung Klorin
Jakarta (SIB)- Setelah diributkan legalitas impornya, beras asal Vietnam kini kembali dipersoalkan. Hasil pengujian laboratorium terhadap beras impor Vietnam menemukan kandungan zat kimia pemutih jenis klorin yang bisa membahayakan kesehatan.

Dalam dokumen yang diperoleh disebutkan setiap 1 kilogram beras dari lima sampel asal Vietnam dan pasar beras yang diuji mengandung klorin seberat 28,772-107,909 miligram.

Namun, hingga kini belum ada pernyataan dari pemerintah apakah kandungan klorin dalam beras tersebut masih bisa ditoleransi atau sudah melampaui ambang batas untuk kesehatan. Yang jelas, penggunaan klorin pada beras melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2007.

Ihwal beras berklorin, pernah dilakukan investigasi peredaran komoditas tersebut. Hasilnya, ditemukan fakta penggunaan klorin oleh  sejumlah pemilik pabrik penggilingan padi di Karangsinom dan di sejumlah sentra beras di Indramayu, Bekasi, dan Karawang, Jawa Barat. Bukan beras impor Vietnam yang disemir klorin, melainkan beras afkir alias beras turun mutu agar harganya kembali melambung.

Selain mengungkapkan praktek curang ini, beberapa sumber juga menuturkan cara membedakan beras asli dengan beras yang disepuh klorin. Berikut ini caranya.

1.Beras premium

- Warna putih kelabu, sedikit kusam.

- Kesat bila digenggam.

- Berbau khas beras.

- Tampak segar dan jika direndam airnya hanya sedikit berwarna putih.

2. Beras berklorin

- Warna putih mengkilat.

- Licin saat digenggam.

- Meruapkan bau zat kimia, seperti bau obat.

- Jika direndam, airnya berubah warna menjadi putih pekat.

3.Ciri beras berklorin jika sudah ditanak menjadi nasi

- Setelah enam jam disimpan dalam pemanas, nasi menjadi kuning dan apek.

- Jika disimpan dalam wadah biasa selama tiga jam, nasi menguning, keras, dan berkerak.

(tempo.co/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru