Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Peringatan Harganas ke-33, Wagub Sumut Tegaskan Ketangguhan Keluarga Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Global

Danres Saragih - Senin, 29 Juni 2026 15:56 WIB
100 view
Peringatan Harganas ke-33, Wagub Sumut Tegaskan Ketangguhan Keluarga Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Global
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
UPACARA: Wakil Gubernur Sumut Surya foto bersama usai memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sumatera Utara 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro, Medan, Senin (29/6/2026).

Medan(harianSIB.com)

Wagub Sumut Surya menegaskan ketangguhan keluarga merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, di tengah era disrupsi digital dan ancaman siber, penguatan keluarga menjadi urgensi nasional yang tidak bisa ditunda.

Hal tersebut disampaikan Surya saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sumatera Utara 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (29/6/2026).

"Ketangguhan keluarga bukanlah sebuah pilihan alternatif yang bisa kita tunda-tunda. Ketangguhan keluarga adalah sebuah keharusan mutlak, sebuah urgensi nasional yang tidak boleh ditawar lagi jika kita ingin bangsa ini tetap berdiri tegak di tengah badai perubahan global," tegas Surya.

Membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan mengenakan pakaian wastra Nusantara, Surya mengatakan, Indonesia saat ini berada pada fase krusial bonus demografi, ketika struktur penduduk didominasi usia produktif 15-64 tahun. Momentum tersebut harus dikelola secara tepat agar tidak berubah menjadi bencana demografi berupa meningkatnya pengangguran dan kriminalitas.

Baca Juga:
Untuk mewujudkan lompatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Surya menyampaikan tiga pilar utama pembangunan keluarga. Surya juga memberikan perhatian khusus kepada para kepala keluarga, terutama para ayah. Menurutnya, peran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara psikologis dan spiritual dalam proses pengasuhan anak.

Ia mengingatkan bahaya fenomena 'fatherless country, yakni kondisi ketika sosok ayah hadir secara fisik di rumah, tetapi tidak terlibat secara emosional dalam kehidupan anak.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mantan Pelatih PSMS, Suryanto Herman Tutup Usia
Sat Reskrim Polres Samosir Tangkap Pencuri Baterai Panel Surya di Simalungun
Bupati Canangkan Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kes dan Harganas XXV Kabupaten Sergai
Pemkab Karo Peringati Harganas ke-25
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Yayasan Surya Institute Latih Para Guru SMP di Humbahas
BUMD Pemprovsu, PT Dhirga Surya Berencana Kembangkan Usaha
komentar
beritaTerbaru