Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026
Harga Makanan dan Rokok Naik, Picu Inflasi 0,08%

Sumut Alami Deflasi Sebesar 0,24 % Akibat Penurunan Harga Sejumlah Komoditi

- Rabu, 02 April 2014 16:04 WIB
559 view
Sumut Alami Deflasi Sebesar 0,24 % Akibat Penurunan Harga Sejumlah Komoditi
Sib/ANTARA FOTO
INFLASI MARET: Pedagang melayani pembeli bahan makanan di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (1/4). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Maret 2014 sebesar 0,08 persen terutama karena kenaikan harga bahan makanan jadi, minuman dan angkutan uda
Jakarta (SIB)- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Maret 2014 mencapai 0,08%. Inflasi terjadi karena kenaikan harga makanan, minuman, rokok, dan tembakau yang mencapai 0,43% dari total inflasi.

"Inflasi Maret 2014, 0,08%. Untuk inflasi tahun kalender 1,14%," kata Kepala BPS, Suryamin saat konferensi pers di Gedung BPS, Selasa (1/4).

Dijelaskan Suryamin lebih jauh, inflasi tahunan atau year on year mencapai 7,32% per Maret 2014. Menurutnya inflasi di Maret 2014 ini cukup rendah.

"Inflasi Maret ini cukup rendah. Berarti harga-harga cukup terkendali," katanya.

Dari 82 kota, BPS mencatat 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota mengalami deflasi. "Inflasi tertinggi di Merauke mencapai 1,15% karena tingginya harga komoditas sedangkan terendah di Kediri dan Makassar 0,02%," jelas Suryamin.

Sedangkan deflasi terjadi di Tual, yakni minus 2,43% akibat penurunan harga angkutan udara.

Terpisah, Sumatera Utara mengalami deflasi 0,24 %, pada Maret 2014 setelah tiga kota indeks harga konsumen (IHK) yakni Sibolga, Medan dan Padangsidempuan juga deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara diwakili Kabid Statistik Distribusi Bismark S Pardamean didampingi Kabid IPDS Thomas Wunang Tjahjo serta Kasi Diseminasi dan Layanan Statistik Pendi Dewanto mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Jalan Asrama Medan Selasa (1/4).

Bismark menyebut pada Maret tiga kota deflasi yakni Sibolga 0,57 %, Medan 0,34 % dan Padangsidempuan 0,05 %. Sedangkan Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 0,59 %.

Terjadinya deflasi pada Maret 2014, katanya, juga menyebabkan laju inflasi year on year (bulan Maret 2014 terhadap Maret 2013 masing-masing kota yakni Sibolga 5,91 %, Pematangsiantar 8,88 %, Medan 7,69 % dan Padangsidempuan 6,43 %. Jadi inflasi year on year untuk Sumut 7,69 %.

"Ternyata penurunan harga beberapa komoditi pangan yang selama ini pemicu inflasi, membuat tiga kota termasuk Medan mengalami deflasi," kata Bismark.

Di Medan penurunan harga terjadi pada komoditi yang disurvei yakni cabe merah turun 30,09 %, bawang merah turun 29,59 %, daging ayam ras turun 4,74 %, cabe rawit turun 15,68 %, tomat turun 20,99 %, kambing turun 2,53 % dan ikan tongkol turun 2,50 %.

Dari 23 kota di Pulau Sumatera, katanya, sebanyak tujuh kota mengalami inflasi, tertinggi di Pematangsiantar 0,59 % dan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,04 %. Sedangkan 16 kota mengalami deflasi,  tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,76 % dan terendah di Padangsidempuan 0,05 %. (detikfinance/A3/h)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 2 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru