Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026
RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank Sumut 2015

Gubsu dan Kepala OJK Sumbagut Kritisi Kinerja Bank Sumut

* Laba Bank Sumut Lebih Besar Saat Direksinya Tidak Ada
- Senin, 06 Juni 2016 10:09 WIB
410 view
Gubsu dan Kepala OJK Sumbagut Kritisi Kinerja Bank Sumut
SIB/INT
Ilustrasi
Medan (SIB)- Gubsu HT Erry Nuradi dan Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Kantor Regional (KR) Sumatera Bagian Utara, Ahmad Soekro Tratmono mengkritik kinerja Bank Sumut yang dinilai belum signifikan.

"Pak Soekro OJK Orang Jawa, dia kalau marah  gak nampak kita,  padahal banyak disampaikan tadi  berupa kritik dan saran agar Bank Sumut ke depan ada perbaikan",ujar Gubsu.

Ia menyampaikan hal itu pada  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan( RUPS) dan RUPS LB (Luar Biasa) PT Bank Sumut Tahun Buku 2015 di Gedung Bank Sumut Lantai 10 Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu siang (4/6).

Acara itu dihadiri  Ketua Komisi C DPRD Sumut Salim Ritonga, para pemegang saham yakni bupati dan wali kota di Sumut dan direksi Bank Sumut.
Kritik lain Kepala OJK Sumbagut Soekro yang diungkapkan  Gubsu yakni  soal  laba besar Bank Sumut tahun 2013 yang mencapai Rp 531 miliar, padahal saat itu bank ini masih belum memiliki direktur utama dan pengurusnya banyak belum lengkap. "Namun laba sekarang ini menurun jauh dibanding laba tahun 2013",ujar Erry.

Sesuai data yang diperoleh, laba Bank Sumut  tahun  terakhir ini hanya mencapai Rp 464,93 miliar.

Jadi, ungkap Gubsu, kalau didalami apa yang diungkapkan Kepala OJK Soekro,perlu dicermati apakah Bank Sumut lebih baik ketika direksinya  tidak ada,  ketimbang lengkap  seperti sekarang ini. "Tentu  ini menjadi pertanyaan bagi kita",ungkap Gubsu.

Juga soal aset Bank Sumut,kata Gubsu, yang diungkapkan Kepala OJK  tahun 2015 tercatat sebesar Rp24,13 triliun, atau hanya naik 3,14 %  dari tahun 2014 yang sebesar Rp23,3 triliun.Juga DPK (Dana Pihak Ketiga) meningkat 2,71 %. 

Diakui Gubsu, memang ada keberhasilan yang dicapai  Bank Sumut dan banyak yang bisa dipuji. "Tapi yang kita bahas di RUPS ini bukan pujian saja,  tetapi banyak hal-hal lain yang perlu dikoreksi, bagaimana memicu dan memacu Bank Sumut agar benar-benar  menjadi bank kebanggaan bagi kita semua. Menjadi Bank Pembangunan Daerah terbaik di Indonesia", kata Gubsu.

Di sisi lain, Gubsu menyinggung bank-bank daerah lain  bisa ekspansi ke Sumut dengan  membuka cabang seperti Bank Jawa Barat(BJB), Bank DKI, Bank Aceh dan Bank Banten.  Sementara Bank Sumut baru ekspansi ke Jakarta.

"Kenapa bank-bank dari propinsi lain bisa ekspansi ke mari, sementara  Bank Sumut tidak melakukan ekspansi misalnya ke Batam, Riau dan lainnya.? Padahal orang Sumut banyak di mana-mana. Kenapa Bank Sumut tidak mencoba melakukan ekspansi ke berbagai propinsi lain di Indonesia? "  Tentunya  Bank Sumut harus melakukan ekspansi  dengan aturan yang ada.Jangan pula bank lain menjadi tuan rumah di Sumut", kata Gubsu.

Mengenai  NPL Bank Sumut, yang disebut Gubsu  masih pada posisi tidak diperbolehkan  di atas 5 %,  hendaknya menjadi catatan tersendiri direksi untuk bisa menekan NPL tentu tidak dengan cara gampang misalnya dengan write off  tetapi dengan  melakukan penagihan kredit bermasalah yang masuk dalam NPL tersebut.

"Dengan mengandalkan write off akan mengurangi laba Bank Sumut dan  write off merupakan pilihan terakhir . NPL tertinggi ada di sektor  syariah," sebutnya.

Gubsu Erry Nuradi berharap, wali kota/bupati mendukung penuh kemajuan Bank Sumut dengan terus meningkatkan saham semaksimal mungkin. Bahkan juga harus sudah melakukan penempatan  dana pemerintah  yang ada di kabupaten/kota ke Bank Sumut.

"Penambahan modal  menjadi keharusan untuk memperkuat Bank Sumut," imbuhnya.

Gubsu berharap  Bank Sumut harus mempunyai modal kuat, harus mendorong fungsi intermediasi, memasuki pasar yang tersedia, menjalankan fungsi GCG dan meningkatkan kredit produktif yang aman. Kalau dana-dana Bank Sumut ke BI hanya mendapat keuntungan sedikit dan siapa pun bisa  melakukannya. Maka OJK dan DPRD harus siap memberi dukungan penyertaan saham dan Bank Sumut harus menyambut ini dengan baik",ujar Gubsu. 
Share

Sebelumnya Kepala OJK KR 5 Sumbagut Soekro, meminta manajemen PT Bank Sumut meningkatkan "share" BPD itu yang pada 2015 masih tetap di kisaran 10an %  dari total aset  perbankan Sumut.

Share Bank Sumut di 2015  memang belum berubah banyak dari 2014.  Padahal, katanya,  sebagai bank daerah yang sudah lama beroperasi harusnya bisa lebih  besar share-nya dan itu harus mendapat perhatian semua manajemen dan pemegang saham.

Menurut Soekro, selain "share" yang masih rendah, yang perlu diperhatikan adalah belum berperan maksimalnya  bank  itu dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit.

Untuk itu, kata dia, perlu komitmen kuat untuk menjadikan Bank Sumut sebagai  BPD yang memiliki daya saing  tinggi, kuat dan berperan besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen kuat bukan hanya dari jajaran direksi tetapi juga pemegang saham yakni para bupati/wali kota se Sumut.

Penambahan modal,katanya,  salah satu yang juga sangat penting untuk penguatan Bank Sumut

Direksi Bisnis dan Syariah
Dalam keterangannya pada wartawan Gubsu mengatakan, jabatan Komisaris Independen segera diisi Hendra Arbie pengusaha muda Medan. Namun untuk Komisaris Utama (Komut)Bank Sumut masih kosong dan kini nama-nama calon Komut sedang diproses OJK Pusat. Hal ini dibenarkan Kepala OJK Ahmad Soekro.

Soal jabatan Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut sudah lama lowong,maka banyak pemegang saham meminta PSP(Pemegang Saham Pengendali )Bank Sumut Gubsu Erry Nuradi segera menetapkan nama-nama calon ke OJK Pusat."Kami ingin jabatan direksi ini segera diisi"ujar Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Effendy Pasaribu SH kepada wartawan di acara itu.

Dikatakan,  sebelumnya ada 5 calon diajukan ke PSP untuk jabatan direksi tersebut.  Namun dari 5 ini 3 lolos hasil seleksi  KRN(Komite Remunirasi Nominasi) beranggotakan 3 orang yakni Komisaris Independen Bank Sumut sebagai Ketua, Komisaris Biasa sebagai anggota dan salah seorang Pimpinan Divisi Bank Sumut.(A2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru