Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

PT Gruti Dituding “Gasak” Hutan Pulau-pulau Batu Nias Selatan

- Rabu, 22 Juni 2016 10:48 WIB
1.912 view
PT Gruti Dituding “Gasak” Hutan Pulau-pulau Batu Nias Selatan
SIB/Dok
HUTAN GUNDUL: Salah satu sudut hutan di Pulau pulau Batu yang gundul, dipetik baru-baru ini, ibarat lapangan bola akibat penebangan rata oleh PT Gruti dan TN tanpa reboisasi.
Pulau Tello (SIB)- Sejumlah masyarakat Tello Pulau pulau Batu, daerah kepulauan di Nisel semakin resah dengan ulah perusahaan kayu, PT Gruti yang dituding terus "menggasak" hutan dengan sistem tebang rata tanpa memikirkan kelangsungan ekosistem.

Salah seorang pengurus kelompok pertanian di Pulau Tello, Frans Harefa minggu lalu menerangkan, Gruti merupakan perusahaan pemegang HPH di Pulau pulau Batu Nisel sejak beberapa tahun lalu.

Dalam operasinya, Gruti yang memiliki lahan di Tanah Masa RKT 10 hingga RKT 13 dan Pulau Pini RKT 14 hingga 16 dinilai arogan melakukan tebang rata di sejumlah wilayah hutan sehingga mengancam kelestarian lingkungan. Sistem tebang yang selayaknya menyisakan kayu kayu kecil tidak diindahkan.

Bahkan disebutkan, perusahaan itu merusak sumber - sumber air dan anak sungai. Persoalan itu terjadi sejak beberapa tahun lalu, kini semakin merajalela.

Terang warga, kayu besar dikumpulkan dan diangkut dengan kapal laut melalui jalur Sibolga, sedangkan kayu kecil yang tertebang dibiarkan terlantar di lahan.
Jika hal ini berlanjut terus menerus, lahan hutan akan rusak, terjadi longsor dan banjir. Sementara sumber mata air hilang dan sungai mengering akan berdampak terhadap ketersediaan air bersih warga.

Sementara kerusakan lingkungan hutan menyebabkan rusaknya ekosistem flora dan fauna sehingga berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat. Tambah Frans, perusahaan lain, PT TN juga merusak hutan di Tanah Bala, Tanah Masa dan base camp Barogang.

Frans bersama warga lainnya meminta pemerintah menghentikan operasi perusahaan demi kelangsungan hidup masyarakat Pulau pulau Batu. Mereka mengancam akan menutup sendiri kedua perusahaan itu jika pemerintah tidak mengindahkan keluhan warga.

Manager Produksi PT Gruti, Oslan Lubis yang dikonfirmasi melalui seluler membantah pihaknya melakukan penebangan rata satu hamparan. Menurutnya pekerja lapangan melakukan tebang pilih meninggalkan pohon kecil.

"Kalau semua ditebang kan kami rugi, pohon - pohon kecil tak akan bisa dimanfaatkan," katanya.

Soal tudingan merusak lahan miring dan anak sungai juga dikatakan tidak benar, lahan lahan kritis menurutnya dirawat. Untuk menjelaskan lebih gamblang Oslan mengatakan akan menerangkan melalui divisi yang menangani lapangan. Namun hingga berita dikirim ke redaksi tak kunjung diberi informasi. (A33/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru