Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Pertahankan Kehadiran Pasukan AS, Korsel Bayar 866 Juta Dolar

- Senin, 13 Januari 2014 14:01 WIB
322 view
Pertahankan Kehadiran Pasukan AS, Korsel Bayar 866 Juta Dolar
SIB/Int
Ilustrasi
Seoul (SIB)- Korea Selatan, Minggu (12/1), mengatakan pihaknya setuju membayar sekitar 866,6 juta dolar AS tahun ini untuk mempertahankan pasukan Amerika Serikat di negaranya guna membantu menghadapi ancaman-ancaman dari Korea Utara.

Kementerian luar negeri Seoul, setelah berunding selama beberapa bulan dengan Washington, mengonfirmasikan sumbangan tahun ini 20 miliar won (866,6 juta dolar AS), naik 5,8 persen dari tahun lalu. Kedua negara sepakat mengenai peningkatan tahunan maksimum empat persen sampai tahun 2018, kata juru bicara kementerian itu Cho Tai-Young kepada wartawan.

Korsel dan AS sejak tahun 1991 sepakat bagi pembiayaan bersama  penempatan serdadu AS, kini berjumlah sekitar 28.500 personil -- warisan dari Perang Korea tahun 1950-1953. Perjanjian terbaru itu--kesembilan  sejak tahun 1991-- harus disetujui parlemen Seoul.

"Kami berusaha mencapai satu hasil yang layak untuk membujuk rakyat Korsel dan parlemen kami sementara memperhatikan beban keuangan kami serta kondisi-kondisi bagi kestabilan tuan rumah pasukan AS itu," kata Cho.

Perjanjian itu dicapai saat Korsel bersiap-siap bagi kemungkinan provokasi militer Korut yang komunis itu setelah pengeksekusian  paman pemimpin Korut Kim Jong-In. Kim bulan lalu melakukan tindakan penyingkiran  terhadap Jang Song-Thaek  atas tuduhan-tuduhan  termasuk korupsi dan pengkhianatan  dalam satu pergolakan politik terbesar sejak berkuasa dua tahun lalu.

Menteri Pertahanan Seoul Kim Kwan-Jin serta para pengamat  memperingatkan bahwa Korut yang memiliki senjata nuklir itu mungkin melakukan provokasi bersenjata awal tahun ini  untuk memperkuat persatuan dalam negeri dan melakukan rapat untuk mendukung Kim.

Korut selama puluhan tahun mengeritik  kehadiran pasukan AS di Korsel, menyebut mereka satu hambatan besar untuk membangun perdamaian dengan Seoul.

Pyongyang secara tetap menanggapi dengan marah pada pelatihan-pelatihan militer gabungan AS-Korsel yang secara reguler dilakukan dekat perbatasan kedua negara.

Pada November 2010, dalam kasus paling menonjol, Korut menembaki satu pulau perbatasan, menewaskan empat warga Korsel dalam apa yang disebutnya satu protes terhadap pelatihan militer AS-Korsel  yang dilakukan dekat daerah itu. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru