Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Diperiksa Bareskrim 6 Jam, Sylviana Ditanyai Proses Pembangunan Masjid

- Selasa, 31 Januari 2017 09:29 WIB
222 view
Diperiksa Bareskrim 6 Jam, Sylviana Ditanyai Proses Pembangunan Masjid
SIB/Ant/Rivan Awal Lingga
SYLVIANA MURNI DIPERIKSA BARESKRIM: Mantan Wali Kota Jakarta Pusat yang juga Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut Satu, Sylviana Murni bergegas usai diperiksa oleh petugas Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri di gedung Ombudsman RI, Jak
Jakarta (SIB) -Mantan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni mengaku ditanyai penyidik Bareskrim Polri soal pembangunan Masjid Al-Fauz di kompleks Pemkot Jakpus. Tapi Sylviana mengaku tak tahu detail pelaksanaan karena tengah mengikuti pendidikan di Lemhannas.

"Yang jelas, ini pertanyaannya saya sebagai saksi dalam pembangunan masjid Wali Kota Jakarta Pusat. Saya ditanyai bagaimana proses pembangunan masjid," ujar Sylviana kepada wartawan usai diperiksa di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri di gedung Ombudsman, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/1).

Sylviana menyebut Masjid Al-Fauz memang dibangun pada tahun 2010. Namun saat itu dirinya ditugaskan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

"Mulai tanggal 26 Januari sampai 29 September 2010 atau dengan kata lain selama 9 bulan saya ditugaskan mengikuti pendidikan Lemhannas," sambungnya.

Soal teknis pembangunan masjid, Sylviana menyebut ada unit-unit pelaksana yang memiliki tugas memastikan proyek berjalan sesuai dengan rancangan. Sylviana mengaku mengetahui awal pengajuan, namun tak tahu detail teknis pelaksanaan.

"Artinya, saya di awal itu pengajuannya iya, tetapi pelaksanaannya, yang dipertanyakan pelaksanaannya, kan? Teknisnya pada saat itu saya sedang Lemhannas," ujarnya.

Pembangunan masjid di lingkungan Pemprov DKI, termasuk di Pemkot Jakpus, menurut Sylviana, merupakan kebijakan dari para gubernur. Saat Masjid Al-Fauz dibangun, Gubernur DKI dijabat oleh Fauzi Bowo (Foke).

"Soal pembangunan masjid itu sendiri sudah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mulai dari zaman gubernur-gubernur terdahulu ya dari Fauzi Bowo, Jokowi, sampai gubernur yang sekarang juga berharap di tempat-tempat tertentu diperlukan pembangunan masjid," kata Sylvi.

"Kalau kebijakan pembangunan masjid itu sejak dulu. Seingat saya, Jakarta Pusat mulai Pak Fauzi Bowo sampai kemudian Pak Basuki-nya juga memang berharap tempat tertentu, ada tempat peribadatan," imbuh dia.

Kasus pembangunan masjid di Pemkot Jakpus sudah naik ke tingkat penyidikan. Lebih dari 30 orang saksi sudah dimintai keterangan. Penyidik Bareskrim juga sudah melakukan cek fisik masjid Pemkot Jakpus, yang beralamat di Jalan Tanah Abang I Nomor I.

Sylviana: Ini Perjuangan
Sylviana Murni menjalani pemeriksaan selama 6 jam terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al-Fauz di kompleks Wali Kota Jakarta Pusat. Dia menganggap proses yang dijalaninya ini sebagai bentuk perjuangan.

Sylviana, yang mengenakan baju dan kerudung berwarna hitam, diperiksa sejak sekitar pukul 09.00 hingga 15.55 WIB. Dia keluar dari ruangan didampingi politisi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin.

"Inilah perjuangan ya. Kalau mau naik kelas kan harus ujian ya supaya kita kuat, kita harus lulus," kata Sylviana.

Sementara itu, Didi, yang mengenakan baju batik berwarna hijau, tidak memberikan komentar apa pun.

Sylviana menjabat Wali Kota Jakarta Pusat pada 2008-2010 dan digantikan oleh Saefullah pada 2010-2014. Sedangkan Masjid Al-Fauz diresmikan pada 30 Januari 2011 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo.

Penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Selain Sylviana, Sekda DKI Saefullah telah diperiksa penyidik. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru