Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Ruko Gudang Penyimpanan Bahan Pembuat Kue Terbakar

*Dua Kali Terbakar, DPRD Medan Minta Pemko Relokasi Gudang
- Jumat, 17 Januari 2014 11:11 WIB
1.535 view
Ruko Gudang Penyimpanan Bahan Pembuat Kue Terbakar
SIB/Ramadhona Raja HSb
Terbakar : Ruko gudang penyimpanan bahan pembuat kue di Jalan Bridjen Katamso gang Pantai Burung Lorong 2, Medan terbakar, Kamis (16/1). Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa
Medan (SIB)- Satu unit ruko yang dijadikan gudang penyimpanan bahan pembuat kue di Jalan Brigjen Katamso Gang Pantai Burung Lorong 2, Medan, terbakar, Kamis (16/1) siang. Kebakaran itu sontak mengagetkan warga setempat.

Informasi yang dihimpun SIB di lokasi, peristiwa terjadi sekira pukul 11.30 WIB ini diketahui warga ketika melihat kepulan asap yang keluar dari lantai 2 ruko itu. "Pas aku keluar, aku langsung lihat kepulan asap yang keluar dari lantai 2 itu. Langsung lah aku bersama warga lain memanggil petugas pemadam kebakaran ke sini," ucap Yono yang mengaku sebagai warga setempat.

Sementara terpantau wartawan, sedikitnya tiga karyawan dari dalam gudang itu mencoba memadamkan api yang pada saat itu belum begitu besar. Ketika diteriakin warga untuk segera membuka pintu gerbang tersebut, ketiganya malah menghilang.

"Aneh ketika kami minta agar pintu gerbang dibuka, maksudnya supaya kami ikut memadamkannya, eh malah mereka menghilang dan tidak mau membukanya," sambung Charles, warga setempat.

Saat tim pemadam kebakaran tiba di lokasi tak jauh dari Istana Maimun itu, mereka kesulitan masuk ke dalam ruko. Pemilik dan pekerja yang ada di lantai 1 ternyata mengunci pintu dari dalam dan menolak membukanya.

Petugas pemadam akhirnya membongkar paksa pintu besi gudang itu. Setelah mereka masuk, api pun berhasil dipadamkan. Berbeda dari kebakaran lain yang biasanya mengundang empati warga, kali ini warga sekitar justru marah-marah menyikapi kejadian ini. Mereka emosi dan mengamuk karena bangunan itu sudah berulang kali terbakar.

"Sebelumnya sudah dua kali terbakar. Kebakaran siang ini tidak dilaporkan, masyarakat yang melapor," ucap Bustamam Pohan, kepala lingkungan setempat.

Warga khawatir kebakaran di ruko itu bisa membahayakan permukiman di sekitar. Mereka bahkan menduga pemilik sengaja membakar gudangnya demi klaim asuransi.

"Kami meminta agar usaha ini ditutup karena sudah berkali-kali terbakar. Ini jadi penyakit buat warga setempat. Di sini tidak boleh ada industri, masyarakat sudah resah semua ini. Kalau tempat ini tidak ditutup, biar warga yang membongkar saja," teriak Sahara, seorang warga.

Tak cuma melontarkan kata-kata kasar, warga yang emosi juga mencari pemilik gudang di dalam toko kuenya di Jalan Brigjen Katamso. Karena pemilik toko dan gudang terbakar itu tidak ada di tempat, warga meluapkan emosinya dengan memarahi pegawai toko. Polisi yang tiba di lokasi pun langsung menenangkan warga. Mereka juga memasang garis polisi di depan toko dan gudang UD Acai.

Saat dikonfirmasi, Camat Medan Maimun Indra Mulia Nasution mengatakan akan segera menindaklanjuti peristiwa ini dengan cara memanggil pemilik toko.
"Kita akan segera memanggil pemiliknya. Kita akan pertanyakan izinnya dan kegiatan apa yang ada di dalam. Tugas kita hanya memonitoring," ucap Indra,
Ia menambahkan, pihak kelurahan juga sudah berulangkali memanggil pemiliknya, namun pemanggilan tersebut tidak diindahkan pemilik toko.

Lurah Aur Yunasri Nasution membenarkan telah memanggil pemilik toko sampai tiga kali, namun pemilik tidak juga datang.

"Saya bersama Kepling sudah tiga kali memanggilnya, namun tak datang-datang juga. Tadi saja pas kebakaran, kami panggil dia (pemilik toko_red), dia langsung lari dan meninggalkan rumahnya. Kalau memang warga meminta agar ruko ini dibongkar, kami siap akan membongkarnya," terangnya lagi.

Saat ditanya mengenai sebuah gang yang bernama Gang Kebakaran yang telah dibangun dan ditutup pemilik toko menjadi rumahnya, Yunasri mengatakan dulu pernah dibongkar oleh pihak Pemko, namun kembali dibangun lagi oleh pemilik toko.

"Soal Gang Kebakaran itu, kami pernah membongkar bangunan yang ada di gang itu. Tapi dia membangun kembali. entahlah siapa yang ada di belakang dia ini," ucap Yunasri.

Sementara itu, kuasa hukum UD Acai yang tampak hadir di lokasi kejadian saat dikonfirmasi SIB mengatakan sumber api belum jelas dari mana.

"Masih dilidik pihak kepolisian. Jadi kita belum tahu apa penyebabnya. Soal tudingan warga yang mengatakan tempat ini diduga sebagai tempat industri ilegal, itu tidak benar. Sudah jelas di sini tempat pembuatan bahan kue," ucap Oktomen Simanjuntak SH.

Pantauan wartawan, tampak seorang karyawan bernama Syafrizal Efendi diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Saat ditanya SIB terkait asal muasal api, pria paruh baya itu hanya diam sambil berlalu menuju mobil patroli polisi yang hendak membawanya ke Mapolsek Medan Kota.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Kota Kompol PH Sinaga mengatakan, pihaknya mengamankan Syafrizal Effendi untuk diperiksa sebagai saksi korban dalam kasus ini. Sedangkan untuk asal api, Sinaga mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Satu orang kami periksa sebagai saksi korban dalam kasus ini. Untuk asal api, masih kami selidiki," ujar Hotman.

DPRD Medan Minta Pemko Relokasi Gudang
Komisi D DPRD Kota Medan meminta ketegasan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Pemko Medan untuk merelokasi gudang milik Acai  di Jalan Brigjen Katamso Gang Pantai Burung, Kecamatan Medan Maimun. Pasalnya gudang yang berada di pemukiman warga tersebut sudah dua kali terbakar, diduga menyimpan barang-barang mudah terbakar.

Pergudangan tidak diperbolehkan berdiri di tengah pemukiman, Pemko sudah memusatkannya  di Medan Utara. Pemko Medan harus segera memerintahkan Acai Jaya memindahkan barang-barangnya dan mencari gudang di Medan Utara, membangun sendiri atau sewa.

“Siapapun itu harus mematuhi aturan yang ditetapkan Pemko Medan, tidak ada warga yang diistimewakan, untuk itu Pemko harus tegas,” ucap Anggota Komisi D DPRD Medan Irwan Sihombing SE kepada wartawan, Kamis (16/1) terkait terbakarnya gudang barang dagangan CV Acai Jaya milik Acai.

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta pihak Polresta Medan mengusut kejadian tersebut sampai tuntas. Karena sebelumnya tahun 2009 gudang ini sudah terbakar, Polisi harus menyelidiki barang-barang apa yang dijual, apakah ada bahan-bahan yang mudah terbakar. “Atau diduga sengaja dibakar, Polisi harus bekerja keras untuk mengusutnya sehingga masyarakat merasa nyaman dan tenang,” tegasnya.

Dia meminta kepada instansi terkait jangan “main mata” dengan para pengusaha nakal, karena sekarang era keterbukaan. Jangan karena kepentingan pribadi masyarakat tidak nyaman.

“Jangan kita pelihara terus permasalahan, bukan ini saja pekerjaan kita. Kita tidak menginginkan jatuhnya korban jiwa, kalau sudah ada korban barulah satu sama lain saling tuding-tudingan, sebelum terjadi  hal yang fatal gudang harus dipindahkan, kenapa sudah ada larangan Pemko membiarkan gudang berdiri di pemukiman,” kata Irwan heran.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan Landen Marbun SH, untuk kenyamanan warga pembangunan gudang harus sesuai dengan perizinan. “Pembangunannya harus sesuai Perda RTRW,” ucap Ketua Fraksi PDS ini.

Anggota Komisi D lainnya, Jumadi SPd I mengatakan, penetapan peraturan selalu menjadi dilematis. Semua peraturan sudah bagus disahkan dalam Paripurna DPRD Medan tapi pelaksanaan di lapangan ada pilih kasih. Gudang harus berdiri di pinggir jalan negara atau jalan Provinsi, bukan di daerah pemukiman.

Tapi kenyataannya gudang banyak berdiri di daerah pemukiman, untuk itu Pemko harus tegas agar wibawa pemerintah tidak jatuh di mata masyarakat oleh karena kepentingan sesaat.  Terlebih lagi gang kebakaran sebagai fasilitas umum asset Pemko Medan untuk mempermudah petugas pemadam jika terjadi kebakaran.

“Tapi banyak gang kebakaran digunakan orang yang tidak berkompeten untuk dagang dan kepentingan pribadi. Itu sudah melanggar peraturan, apalagi sampai menutup gang kebakaran berarti menyerobot asset Pemko,” jelas politisi PKS ini. (A22/A23/14/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru