Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 16 Juni 2026
Lagu "Sagak Gabe Boni" Ciptakan Trimedya Panjaitan dan Junimart Girsang

Kisah Perjalanan Anak Kecil Ditinggal Mati Ibunya dan Jadi Pejabat

- Senin, 10 Juli 2017 11:15 WIB
1.650 view
Kisah Perjalanan Anak Kecil Ditinggal Mati Ibunya dan Jadi Pejabat
SIB/ Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Trimedya Panjaitan SH MH, Pembina festival Tarianus Panjaitan, Boydo HK Panjaitan SH (Anggota DPRD Medan), Porman Naibaho SH, Direktur RSU HKBP Balge dr Suryadi Panjaitan Sp.PD, AKBP Robin Simatupang, juri dan peserta festival penyanyi Trio
Medan (SIB)- Festival penyanyi trio Batak dengan lagu wajib "Sagak Gabe Boni" ciptaan Trimedya Panjaitan SH MH dan Dr Junimart Girsang  sudah dimulai, Sabtu (8/7) di Music Coffee Jalan Dr Mansyur Medan. Even yang digelar Style Voice Production itu diikuti 46 trio Batak yang berasal dari seluruh Sumatera Utara. Penyisihan (audisi) pertama Sabtu (8/7)  lalu diikuti 11 trio dan dilanjutkan penyisihan kedua, Minggu (9/7) 15 peserta. Babak penyisihan lainnya dilaksanakan di Pematangsiantar, sebanyak 20 trio akan dijaring untuk masuk babak semifinal.

Audisi tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan SH MH dan Dr Junimar Girsang SH MH, pencipta lagu Sagak Gabe Boni, Pembina festival Tarianus Panjaitan, Boydo HK Panjaitan SH (Anggota DPRD Medan), Porman Naibaho SH (Ketua SPS Sumut), Direktur RSU HKBP Balge dr Suryadi Panjaitan Sp.PD,  AKBP Robin Simatupang dan lainnya. Turut hadir personil Style Voice: Willy Hutasoit, Frans Sirait dan Eduart Panjaitan.

Lagu wajib Sagak Gabe Boni dan pilihan yang dipertandingkan semuanya adalah album Style Voice. Beberapa lagu pilihan adalah "Alani Tangiang" ciptaan Boydo HK Panjaitan SH, "Unang Jais Hon" dan lainnya. Trimedya Panjaitan mengatakan, Style Voice dipercaya menggelar festival ini karena sepak terjang trio ini dinilai sangat bagus dan album yang dimiliki banyak digemari dan menjadi hits di kalangan orang Batak. "Mereka trio  potensial untuk dimajukan dan punya idealisme,  komitmen untuk maju. Trio ini lagi digandrungi kalangan tua dan muda dan sekarang jadi  ikonnya trio Batak," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Selama ini, kata Trimedya, trio-trio Batak tampil di kafe-kafe. Kini panitia ingin mengangkat harkat dan martabat trio Batak ke tingkat yang lebih bergengsi lagi yakni festival di hotel bintang lima. Pelaksanaan ini bukan berlebihan, karena trio Batak adalah pemilik suara emas yang patut dibanggakan dan dihargai. Apalagi gudangnya penyanyi Batak adalah di Sumut, jika orang Sumut menilai lagu itu baik maka secara nasional lagu itu akan populer.

Tarianus Panjaitan mengatakan, lagu Sagak Gabe Boni memiliki makna filosofi yang tinggi. Sagak dalam bahasa Batak adalah sisa batang padi yang sudah diketam/dipotong petani. Menunggu musim tanam, batang padi ini dibiarkan sampai bertunas kembali. Tapi tunasnya itu tidak pernah jadi benih, justru petani membuang "Sagak" tersebut ketika membajak sawah untuk memulai musim tanam padi.

"Artinya, tiada yang mustahil bagi Tuhan jika kita tekun berdoa dan bekerja keras, orang yang tidak diperhitungkan akan bisa jadi pejabat. Dalam syair lagu itu menerangkan seseorang anak  yang "tading maetek" (anak kecil yang ditinggal pergi ibunya yang meninggal dunia). Anak tersebut tidak pernah membayangkan bisa menjadi pejabat, mimpi jadi orang sukses saja dia takut, karena harapan itu dirasanya tidak ada. Anak itu merasa dirinya sebagai "sagak" (bagian yang tidak berguna), tapi mujizat Tuhan itu nyata, anak itu menjadi pejabat negara," kata Tarianus.

Lagu ini kata pengusaha dari Papua ini motivasi kepada semua orang agar jangan minder, rendah diri dan merasa dirinya tidak berguna. Kalau dibarengi dengan doa, belajar di sekolah yang rajin,  dan kerja keras maka Tuhan akan memberkati sebab bagi Tuhan tiada yang mustahil. "Pengalaman seseorang yang telah diberkati Tuhan, kemudian dirangkai dalam bait dan syair lagu "Sagak Gabe Boni, menjadi penyemangat bagi  orang, khususnya orang Batak untuk terus berkarya di bidangnya masing-masing.  Trio ini kita festivalkan agar paduan suara kebanggaan Batak ini tetap eksis dan tidak luntur ditelan zaman," terangnya. Boydo Panjaitan menambahkan, festival trio Batak untuk mendukung pariwisata Danau Toba. Orang Batak harus ambil bagian dalam Otoritas Danau Toba, salah satunya di bidang seni yakni mengandalkan trio yang sudah tersohor sampai mancanegara.

Berikut ke-46 trio Batak yang masuk daftar audisi adalah: Trio Merah Putih, Trio Duralek, Nivasya Voice, Central Trio, Silalahi Sister, Palado Trio, Nazogi Trio, Kharisma Trio, Persada Trio, Sissin Trio, NN Trio, U 5 Voice, Zai Voice, Roxy Voice, Lasdomu Trio, Andilo Trio, Oinapan Trio, G Friend Voice, Las Uli Trio, Harmony Sister, Happy Trio, Triamor,  Lasgabe Trio, Yapentra Trio, Friends Trio, Lago Trio, Trio MC, Impian, Brilliant Voice, Jovia Trio, Tioma Trio, Divana Trio, Main Voice, Tytaen Group, MNDENA Trio, Parrona Trio,  Soul Voice, I & C  Voice, D'Oktaf Trio, Sentosa Trio, Beat Trio, Nature Trio, Liberty Trio, Quantis Trio, Parnabas Trio, Sonari Trio. Festival ini dinilai oleh juri kawakan dan berpengalaman di bidang seni musik yakni: Lamhoy Sihombing,  Siska Sianturi dan Herlin Siboro. (A10/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru