Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Penjelasan Kapolda Sumut Soal Calon Akpol Ranking Bawah Lolos Seleksi

- Sabtu, 15 Juli 2017 11:25 WIB
654 view
Jakarta (SIB)- Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw mengakui adanya kebijakan meloloskan satu calon taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) peringkat bawah untuk ikut tes di Semarang, Jawa Tengah. Namun kebijakan itu disebut kebijakan Kapolda sebelum dirinya menjabat.

"Itu kan sudah merupakan kebijakan awal. Jadi saya tidak bisa komentar banyak. Kebijakan Kapolda yang sebelumnya. Itu sudah melalui pertimbangan yang harus dilakukan dengan baik," kata Paulus melalui sambungan telepon, Jumat (14/7).

Paulus menjelaskan pertimbangan kelulusan Catar Akpol untuk tes di tingkat pusat tidak selalu terpaku pada nilai akademis. Menurutnya ada nilai-nilai informal lain yang juga layak dijadikan pertimbangan.

"Kan yang bersangkutan itu, yang saya tahu direkrut, diambil, tidak hanya dari sisi akademis tapi ada nilai-nilai lain. Pertimbangan lain. Misal kan mungkin ada pertimbangan orang tua ini orang yang cakap, yang punya prestasi, punya kinerja, punya nilai. Misalnya anggota Brimob yang berjuang," terang Paulus.
Hal-hal informal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk memberikan kuota khusus kepada Catar. "Itu masuk pertimbangan dan hal seperti ini memang terkadang harus ada," imbuh Paulus.

Menurutnya, pertimbangan-pertimbangan informal untuk memberikan Catar kesempatan tes di tingkat pusat perlu dihormati.

"Tidak bisa dipertimbangkan dari formal saja. Kadang ada dari informal yang harus dihormati. (Pertimbangan informal seperti orang tuanya berjasa untuk Polri) Ya begitu," jelas Paulus

Sementara itu, Kabag Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, ada kuota tambahan yang merupakan kebijakan pimpinan di Mabes Polri. Martinus menegaskan hal tersebut bukan praktik kolusi.

"Rekrutmen Akpol nggak ada kolusi atau penyalahgunaan yang dilakukan. Polda Sumatera Utara ditentukan kuota 14. Yang kemudian mereka dikirim. Kalau ada satu yang kemudian di luar itu, umumnya dilakukan Mabes untuk menampung kemampuan yang ada tapi nggak sesuai jumlah kuota," tutur Martinus.
Menurutnya, Mabes Polri mengabulkan pengajuan penambahan satu kuota Catar melalui jalur talent scouting. Penambahan kuota Catar yang dikirim untuk mengikuti tes di tingkat pusat menurutnya tidak hanya terjadi di Polda Sumut.

"Sama seperti Polda Jabar yang tadinya ditentukan 24, ditambah 4 sesuai kebijakan pusat yang dibenarkan. Namun belum ditentukan lulus apa nggak karena dia akan mengikuti seleksi di pusat," pungkas Martinus.

Diberitakan sebelumnya 5 peserta seleksi Akpol di Polda Sumatera Utara (Sumut) memprotes adanya kuota khusus dari Mabes Polri. Mereka menduga kuota khusus itu untuk pihak-pihak tertentu.

"Seleksi Akpol sudah sampai pantohir (penentua tahap akhir). Tersisa 33 taruna dan 1 taruni. Saya ranking 14, yang mendapat kuota khusus ranking 26," kata salah satu peserta seleksi Akpol Polda Sumut, Sandy Pratama Putra (20), saat menyambangi Warkop Jurnalis Medan, Jalan Agus Salim, Medan, Sumut, Rabu (12/7).

Warga Medan ini sebelumnya ke Polda Sumut untuk menanyakan hal tersebut. Namun Sandy tidak mendapat penjelasan terperinci soal kuota khusus itu. Sandy menyebut peserta seleksi dengan peringkat 26 itu merupakan anak pihak tertentu.

Menurutnya, kuota tersebut seharusnya diberikan kepada ranking selanjutnya. Untuk diketahui, kuota Akpol dari Polda Sumut sebanyak 14 orang. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru