Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026

Dilaporkan Hilang, 4 Anggota TNI di Pulau Terluar Ditemukan Selamat

- Senin, 14 Agustus 2017 10:45 WIB
491 view
Dilaporkan Hilang, 4 Anggota TNI di Pulau Terluar Ditemukan Selamat
SIB/Ant/Kornelis Kaha
PENEMUAN ANGGOTA TNI YANG HANYUT: Petugas kesehatan memeriksa kesehatan dari anggtota TNI Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Kupang, NTT, Jumat (11/8) malam. Sebanyak empat prajurit yang bertugas sebagat Satgas Pengamanan Pulau Terluar di pulau Batek dite
Kupang (SIB) -Empat anggota TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Batek, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat dikabarkan hilang, akhirnya ditemukan selamat.

Kapenrem 161/Wira Sakti Kupang, Mayor Armed Ida Bagus Diana Sukertia mengatakan, empat anggota TNI itu yakni Praka Ronal, Pratu Agung, Pratu Sudarman, Pratu Ardi, dilaporkan hilang sejak Kamis (10/8).

"Setelah dilakukan pencarian oleh Basarnas, pada Jumat (11/8) sekitar pukul 19.49 Wita, keempat personel sudah ditemukan dan naik ke kapal dalam keadaan selamat dan aman," kata Sukertia.

Saat ini, lanjut Sukertia, empat personil TNI itu sudah dibawa menuju pelabuhan navigasi dengan jarak tempuh tiga jam dari posisi mereka saat ini.

Menurut Sukertia, empat anggota TNI itu berangkat dari Pulau Batek menuju Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dengan perahu karet untuk belanja kebutuhan logistik dapur.

"Saat mereka menyeberang ke Oepoli berjalan aman. Namun saat perjalanan pulang menuju Pulau Batek, mesin perahu karet atau Landing Craf Rubber dengan menggunakan mesin tempel ini mati, sehingga diperkirakan perahu karet terombang-ambing dan terbawa arus gelombang laut," katanya.

Bertahan di Laut
Sukertia mengapresiasi perjuangan yang dilakukan oleh empat anggota TNI AD tersebut.

Menurut Sukertia, perjuangan empat orang anggota TNI untuk bertahan saat perahu yang ditumpangi mengalami mati mesin di laut lepas sungguh luar biasa.

"Mereka melihat lampu kapal Basarnas. Untuk kontak dengan tim Basarnas, mereka memanfaatkan minyak di tangki atau jeriken dan kertas, lalu dinyalakan untuk membuat cahaya atau signal untuk diketahui tim Basarnas. Ternyata ini cara efektif untuk mengetahui kedudukan mereka," kata Sukertia.

Sukertia mengatakan, untuk menjaga pulau terluar tidaklah gampang dan penuh tantangan berupa keterbatasan kelengkapan peralatan yang digunakan.

"Ternyata tanpa diduga mesin tempel di perahu karet yang mereka gunakan mati. Meski mereka berusaha mendayung, tetapi arus laut lebih kuat dan terbawalah mereka selama 24 jam, sampai akhirnya mereka ditemukan," ungkapnya. (Kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru