Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Ahli Hong Sui Tan Ruddy Effendy:

Pileg dan Pilpres 2014 Lancar, Hanya Ada Gejolak Kecil

- Senin, 20 Januari 2014 09:08 WIB
697 view
Pileg dan Pilpres 2014 Lancar, Hanya Ada Gejolak Kecil
SIB/int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Ahli penyusun Pek Ji dan Hong Sui Tan Ruddy Effendy, memprediksi di tahun kuda sekaligus tahun politik 2014 ini pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) akan berjalan lancar. Meskipun ada gejolak, hanya gejolak kecil dan tidak mengancam keamanan negara.

"Pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2014 akan berjalan lancar dan pasti ada gejolak seperti biasanya. Contohnya, bagi yang tidak lolos akan melakukan protes ke KPU," kata pria yang akrab disapa Afen kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/1).

Afen mengharapkan KPU agar berlaku jujur, adil dan bekerja secara profesional, sehingga para caleg serta calon presiden yang tidak lolos tidakĀ  melakukan protes. Kalau KPU diduga bermain curang atau berpihak kepada oknum tertentu, maka akan menimbulkan gejolak yang lebih besar.

Ia menilai masyarakat sudah pintar untuk menggunakan hak pilihnya. Presiden yang cocok untuk memimpin negeri beragam budaya ini harus tegas dan tidak plin-plan.

Untuk itu, diharapkan kepada presiden terpilih benar-benar mensejahterakan rakyat, mengingat Sumbar Daya Alam (SDA) yang dimiliki Indonesia melimpah ruah dan Sumber Daya Manusia (SDM) juga banyak.

"Saya rasa, presiden terpilih nanti yang betul-betul bertekad ingin memajukan negara pasti bisa. Akan tetapi butuh waktu sekitar satu tahun. Karena dalam membangun negeri ini agar maju perlu persiapan dan pengorbanan," harapnya.

Namun, Afen enggan menyebutkan apakah presiden terpilih nanti merupakan pemimpin yang benar-benar mensejahterakan rakyat. "Mungkin saja bisa terpilih, tapi tidak langsung merubah masyarakat sejahtera, karena itu butuh waktu," ujarnya.

Ia menambahkan tidak salah jika masyarakat menerima pemberian berupa uang atau barang dari caleg maupun tim capres. Tetapi jangan dijadikan sebagai acuan untuk memilih caleg maupun capres tersebut. "Rakyat boleh saja menerima duitnya, tapi harus diingat di bilik suara yang menentukan siapa yang akan dipilih," katanya. (Dik2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru