Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

18 Orang Tewas Berdesak-desakan Saat Melayat Pemimpin Spiritual India

- Senin, 20 Januari 2014 09:29 WIB
476 view
18 Orang Tewas Berdesak-desakan Saat Melayat Pemimpin Spiritual India
SIB/int
Ilustrasi
Mumbai (SIB)- Tragis! Aksi saling dorong dan berdesak-desakan terjadi di Mumbai, India saat warga berdatangan untuk melayat seorang pemimpin spiritual Syiah. Akibatnya, 18 orang tewas terinjak-injak. Kantor berita Press Trust of India melaporkan, lebih dari 40 orang luka-luka dalam insiden yang terjadi di kediaman Syedna Mohammed Burhanuddin pada Sabtu (18/1) setelah pukul 01.00 waktu setempat. Saat itu, warga terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Burhanuddin yang meninggal pada usia 102 tahun pada Jumat, 17 Januari.

Kekacauan terjadi setelah pintu-pintu gerbang rumah mendiang Burhanuddin ditutup. "Para panitia sudah menutup gerbang. Kerumunan orang begitu banyak sehingga orang-orang mulai jatuh lemas, beberapa pingsan dan kemudian orang-orang mulai berlarian dan berjatuhan menimpa satu sama lain dalam kepanikan," kata kepala kepolisian Mumbai Satyapal Singh kepada para wartawan seperti dilansir AFP, Sabtu (18/1).

Kepolisian mengakui pihaknya dan para panitia tidak siap menghadapi kerumunan massa yang demikian besar. Mereka tidak menduga para pelayat akan begitu banyak yang datang. BJP kandidat Perdana Menteri, Narendra Modi, mengatakan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang tewas saat berdesak-desakan. "Sangat disayangkan terjadi kericuhan di dekat tempat tinggal Syedna Sahib. Ikut berbelasungkawa untuk keluarga korban yang tewas dan doa bagi mereka yang luka-luka," ujarnya.

Insiden seperti ini kerap terjadi di India. Pada Oktober 2013 lalu, sebanyak 115 orang tewas terinjak-injak di atas jembatan dekat kuil Hindu di negara bagian Madhya Pradesh. Musibah ini terjadi ketika massa panik setelah mendengar rumor bahwa jembatan tersebut akan ambruk.

Burhanuddin tutup usia akibat serangan jantung di kediamannya. Figur ternama itu merupakan pemimpin komunitas Dawoodi Bohra, sekte yang masuk dalam Syiah. Ia kemudian digantikan oleh putranya yang berusia 70 tahun, Syedna Mufaddal Saifuddin. Penggantian itu telah diumumkan pada Sabtu pagi tadi. Syedna Mohammed Burhanuddin lahir di Surat dan menjadi pemimpin komunitas Dawoodi Bohra setelah menggantikan ayahnya, Syedna Taher Saifuddin pada 1965. Menurut salah satu sumber, di bawah kepemimpinannya, masyarakat telah mencapai kesuksesan yang sangat signifikan di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. (AFP/PTI/R16/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru