Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 31 Juli 2026

Aparat Kawal Ketat Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

- Minggu, 08 Juli 2018 12:42 WIB
362 view
Aparat Kawal Ketat Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
SIB/Tabloidjubi
NEGO: Camat Tambaksari Ridwan Mubarun bernegosiasi dengan salah satu mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya yang mengadakan diskusi mingguan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No. 10 Tambaksari, Surabaya.
Surabaya (SIB)- Sejumlah aparat gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Tambaksari Surabaya, Tentara Nasional Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja di wilayah kecamatan setempat, melakukan pengawalan ketat terhadap satu rumah di Jalan Kalasan Surabaya, yang disebut sebagai asrama mahasiswa asal Papua.

Menurut Kapolsek Tambaksari Komisaris Polisi Prayitno pengawalan ketat tersebut dilakukan sebagai kelanjutan dari rencana operasi yustisi terhadap asrama tersebut sebagai penindaklanjutan laporan warga yang mencurigai aktivitas para mahasiswa di rumah tersebut.

"Semula tadi malam kami akan melakukan operasi yustisi kepada para penghuni di rumah ini namun mereka menolak," ujar Kompol Prayitno kepada wartawan di lokasi, Sabtu (7/7) dini hari.

Informasi yang dihimpun polisi, selama ini para mahasiswa di rumah itu kerap menggelar diskusi yang dikhawatirkan merencanakan sesuatu yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tadi malam para mahasiswa di rumah itu dikabarkan menggelar kegiatan diskusi disertai pemutaran film yang diinformasikan bertema kekerasan di Biak.
Ketegangan antara mahasiswa yang menolak dioperasi yustisi dengan aparat sempat terjadi.

Anindya Shabrina, salah seorang mahasiswa asal Papua yang menghuni rumah tersebut, mengatakan menolak dilakukan operasi yustisi karena petugas tidak dapat menunjukkan surat penugasannya.

"Ini negara demokrasi. Malam ini kami berniat menggelar kegiatan diskusi tentang kekerasan di Biak," katanya.

Menurut Kompol Prayitno, operasi yustisi terhadap mahasiswa asal Papua di dalam rumah itu akhirnya memang tidak jadi dilakukan.

Namun polisi bersama aparat gabungan kemudian melakukan negosiasi agar kegiatan diskusi disertai pemutaran film tentang kekerasan di Biak di rumah itu tidak dilakukan. Mahasiswa menyepakatinya.

Kegiatan diskusi disertai pemutaran film kemudian diganti dengan nonton bareng pertandingan piala dunia.

Hingga dini hari, para mahasiswa terlihat menonton pertandingan piala dunia antara Brasil melawan Belgia dengan menutup rapat pagar rumahnya. Polisi bersama aparat gabungan tampak terus bersiaga melakukan penjagaan ketat rumah tersebut.

keluhkan warga
Camat Tambaksari Ridwan Mubarun pada wartawan di lokasi, Jumat (6/7) mengungkapkan, upaya operasi yustisi yang dilakukan pasukan gabungan karena banyak keluhan warga dan pengurus RT yang resah atas kegiatan para mahasiswa Papua di dalam asrama selama ini.

"Selain selalu tertutup, laporan dari pengurus RT dan warga, mereka selalu mengadakan diskusi yang berisi tentang upaya memisahkan dari NKRI," ungkap Ridwan.

Ia mencontohkan, diskusi yang dilakukan pada 1 Juli lalu yang mengangkat tema tentang Papua Merdeka. "Malam ini mereka berencana memutar sebuah film dan berdiskusi 20 Tahun Biak Berdarah. Ini kan sudah tidak benar," ungkapnya. (Detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Harga Timun Melonjak Tinggi

‎Harga Timun Melonjak Tinggi

Medan(harianSIB.com)Dua pekan terakhir, harga sayur mayur pelengkap yakni timun di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan mengalami kena