Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

KPK OTT Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap

- Rabu, 18 Juli 2018 10:32 WIB
371 view
KPK OTT Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap
SIB/Ali Yasil Sagala
PENJAGAAN: Anggota polisi melakukan penjagaan di luar ruangan Satreskrim Polres Labuhanbatu Jalan MH Thamrin Rantauprapat, tempat pemeriksaan HT dan A yang disebutsebut kena OTT KPK di salah satu bank daerah di Rantauprapat, Selasa (17/7) malam.
Jakarta (SIB) -Bupati Labuhanbatu Sumatera Utara, Pangonal Harahap, terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Seperti dilansir dari detikcom dan CNNI, Pangonal diduga menerima suap berkaitan dengan proyek di Dinas PUPR wilayahnya.

Pangonal terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Labuhanbatu bersama Andi Suhaimi. Mereka berdua menjabat untuk periode 2016-2021. 

"Kami duga uang tersebut terkait dengan proyek Dinas PUPR setempat," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).

Pangonal diberitakan ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta bersama ajudannya. Selain itu, ada 3 orang lainnya yang disebut sebagai pihak swasta yang ditangkap di Labuhanbatu.

"Saya sudah pastikan ke tim ada sekitar 5 orang diamankan sejauh ini. Ada bupati," kata Febri.

Febri menyebut ada bukti transaksi dengan nilai ratusan juta yang turut diamankan. Saat ini, Pangonal dan ajudannya sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara sebelum menentukan status hukum kelima orang itu.

"Tim KPK sudah mengamankan bukti-bukti transaksi dengan nilai sekitar ratusan juta rupiah dan masih kami perdalam terus," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

"(Suap diduga) ratusan juta rupiah (lewat) bukti transaksi yang kita amankan. Ada proses pengambilan atau penarikan uang, kemudian terjadi transaksi di sana," terang Febri.

Bupati Labuhanbatu sudah dibawa ke gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan. Sedangkan pihak swasta ditangkap di Labuhanbatu dibawa ke Medan.

"Sekarang (pihak swasta) masih di Polres Labuhanbatu, tentu harus dibawa dulu ke Medan, baru bisa dibawa ke Jakarta. Mungkin besok," ujar Febri.

Diduga suap terkait OTT ini terkait proyek di dinas PUPR. "Kami duga uang tersebut terkait dengan proyek dinas PUPR setempat," sebut Febri.

DI BANK SUMUT
Dari Labuhanbatu dikabarkan HT dan A alias AC, orang dekat Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ditangkap di Rantauprapat.

Oknum HT dan A dikenal sebagai pengusaha pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Labuhanbatu. Bahkan keduanya disebut-sebut "penguasa" proyek-proyek besar di daerah itu. HT dan A santer disebut-sebut ditangkap saat berada di Bank Sumut Cabang Rantauprapat, Jalan Cut Nyak Dien Rantauprapat.

Informasi OTT KPK terhadap HT beredar di media sosial sekira pukul 20:00 WIB, baik di facebook dan grup-grup WA. Namun di Rantauprapat, tidak ada kabar menyebut Bupati Pangonal tertangkap KPK. Hanya HT dan A alias AC yang santer disebut kena OTT KPK.

Informasi yang dihimpun SIB, setelah tim penyidik KPK melakukan OTT terhadap HT di Bank Sumut, penyidik mengamankan HT ke Polres Labuhanbatu, yang hanya berjarak 100 meter dari bank milik Pemprov Sumut itu. HT diperiksa sekitar 1 jam di Polres yang berada di Jalan MH Thamrin Rantauprapat.

Pemeriksaan sementara terhadap HT dan AC di Polres Labuhanbatu dibenarkan pihak kepolisian. Kata sumber, KPK hanya pinjam tempat sementara di ruangan Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu.

"KPK lagi di dalam. Ada 3 orang yang diperiksa," kata anggota polisi yang enggan disebut namanya. 

Ada 7 orang polisi berpakaian biasa yang melakukan penjagaan di luar ruangan Satreskrim. Mereka tidak bersedia dikonfirmasi.

Pantauan SIB sekira pukul 21:00 WIB, Polres Labuhanbatu cukup ramai. Demikian di komplek rumah dinas bupati, Jalan WR Supratman Rantauprapat. Namun situasi di sekitar Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman di Jalan WR Supratman terlihat sepi. (detikcom/cnni/BR6/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru