Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Teroris Pascabom Surabaya Bertambah Jadi 283 Orang

* Kapolri Harap Lapas Khusus Teroris di Cikeas Selesai Akhir Tahun
- Rabu, 08 Agustus 2018 11:13 WIB
267 view
Jakarta (SIB)- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sudah 283 terduga teroris yang ditangkap seusai tragedi bom Surabaya. Tito menginstruksikan jajarannya terus melakukan penangkapan untuk mengantisipasi teror.

"Kita sudah melakukan penangkapan, laporan terakhir ke saya tadi malam 283 yang ditangkap pascabom Surabaya," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Tito menambahkan antisipasi itu juga dilakukan untuk mencegah teror saat pelaksanaan Asian Games 2018. Dia meminta jajarannya tegas menindak semua yang diduga terlibat organisasi teroris.

"Saya minta terus melakukan penangkapan-penangkapan kan sekarang sudah ada UU baru Nomor 5 Tahun 2018, di antaranya tentang larangan organisasi teroris dan siapa pun yang membantu atau bergabung organisasi teroris yang dilarang pengadilan," terangnya.

Tito mengatakan adanya UU antiterorisme baru dinilai mempermudah Polri menangkap terduga teroris. Tito menyebut pihaknya telah membentuk satgas-satgas antiteror di setiap polda.

"Tiap Polda saya bentuk satgas, di Mabes Polri Densus juga saya akan kembangkan menjadi 34 satgas semua provinsi. Semua polda juga membentuk satgas antiteror, paralel bekerja dengan Densus," kata Tito.

Sebelumnya, Tito menyampaikan 200 terduga teroris ditangkap seusai peristiwa bom Surabaya. Sebanyak 170 orang di antaranya sudah dinyatakan sebagai tersangka.

"Sudah 170-an yang tersangka, insyaallah aman," kata Tito setelah mengikuti senam Poco-poco massal di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/8).

Tito juga pernah mengatakan total orang yang diduga terilbat kasus terorisme sejak tragedi bom di Surabaya berjumlah 200 orang. Berdasarkan data Polri, sebanyak 194 terduga teroris telah ditangkap pascabom Surabaya serta sebelum peristiwa di Kaliurang, Sleman, Yogyakarta dan Polres Indramayu, Jawa Barat.
"Sebanyak 194 yang ditangkap sebelum peristiwa Yogya dan Indramayu, 17 di antaranya meninggal dunia. Tujuh belas ditambah tiga yang tewas di Yogya, jadi 20 yang meninggal dunia. Dan (saat ini) total sudah ada 200 (terduga teroris ditangkap) sejak bom Surabaya," ungkap Tito sebelumnya.

Lapas Khusus Teroris
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut proyek pembangunan lapas khusus teroris di Markas Resimen 1 Brimob Cikeas sudah disetujui Presiden Jokowi. Tito berharap lapas maximum security itu selesai pada akhir tahun 2018 ini.

"(Pembangunan lapas Cikeas) sudah disetujui oleh Pak Presiden, Menkeu, insyaallah bulan ini sudah dimulai pembangunan karena menggunakan sistem kontainer, cepat dari Spanyol. Di Spanyol sudah dipakai sistem ini sehingga mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun sudah selesai," kata Tito.

Untuk sementara ini, terduga teroris yang baru ditangkap akan ditempatkan di Polsek, Polres, hingga Polda sambil menunggu lapas di Cikeas itu selesai dibangun. Karena itu, Tito meminta pengamanan di markas-markas polisi diperketat.

"Kita tahu ada di Polda-polda, Polres-polres, Polsek-polsek dan kita sudah berikan arahan agar mereka ditempatkan di ruang tersendiri dan pengamanan lebih ketat sambil menunggu rutan di Cikeas dibangun untuk kapasitas 340 (orang)" imbuhnya.

Sebelumnya, Tito mengatakan Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sudah tidak bisa digunakan lagi untuk maximum security. Penutupan rutan itu buntut dari kerusuhan napi teroris yang terjadi pada 8 Mei 2018.

"Mako Brimob tidak kita pakai lagi karena sudah tidak layak untuk maximum security bagi tersangka atau terdakwa teroris," kata Tito seusai rapat membahas penanggulangan terorisme bersama Presiden Jokowi di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/5). (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Harga Timun Melonjak Tinggi

‎Harga Timun Melonjak Tinggi

Medan(harianSIB.com)Dua pekan terakhir, harga sayur mayur pelengkap yakni timun di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan mengalami kena