Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026
Curah Hujan Masih Tinggi, BPPD Kota Sibolga Imbau Warga Waspada

Curah Hujan Masih Tinggi, BPPD Kota Sibolga Imbau Warga Waspada

* Pelajar Lewati Banjir Saat Pergi dan Pulang Sekolah
- Sabtu, 13 Oktober 2018 10:38 WIB
464 view
Curah Hujan Masih Tinggi, BPPD Kota Sibolga Imbau Warga Waspada
SIB/Ashari Hasibuan
LEWATI BANJIR: Sejumlah anak sekolah melewati lokasi banjir di akses jalan masuk menuju desa Handis, Kecamatan Barumun, saat pulang dari sekolah, Jumat (12/10) siang.
Sibolga (SIB) - Empat korban tewas akibat longsor yang terjadi di wilayah Kota Sibolga masing-masing Ika Marbun (31), Juni Tobing (4), Wahid Tobing (1,5) dan Sainul Lubis (11) dikubur dalam satu liang lahat di TPU Ujung Sibolga, Jumat (12/10).

Pantauan wartawan, keempat jenazah korban yang disemayamkan di rumah duka di Gang Senggol Jalan Ketapang Kelurahan Simare-mare Kecamatan Sibolga Utara terlebih dahulu dibawa ke Masjid selanjutnya didampingi pihak keluarga beserta warga dibawa ke TPU Ujung Sibolga.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga Juangon Daulay kepada wartawan di Sibolga mengimbau warga untuk tetap waspada longsor susulan.

"Hingga saat ini wilayah Kota Sibolga masih turun hujan, warga khususnya yang berdomisili di daerah perbukitan untuk waspada longsor susulan," katanya seraya menambahkan curah hujan untuk beberapa hari kedepan diperkirakan masih akan tinggi.

Menyinggung data yang masuk ke pihaknya, ia menjelaskan pasca hujan yang menguyur Kota Sibolga, Kamis (11/10) mengakibatkan terjadi longsor di 14 titik tersebar di 4 wilayah Kecamatan se-Kota Sibolga.

"Longsor terparah di Kecamatan Sibolga Utara mengakibatkan korban tewas," katanya.

Selain korban tewas katanya, longsor juga mengakibatkan korban luka ringan sebanyak 3 orang dan korban luka berat 1 orang ditambah kerusakan berat sebanyak 26 unit bangunan dan rusak ringan 4 unit.

"Korban luka seluruhnya sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit,' katanya seraya menambahkan sebanyak 23 KK warga Sibolga turut menjadi korban dampak terjadinya longsor, sebahagian masih mengungsi di rumah famili dan kerabat terdekat.

BERSIHKAN LUMPUR
BPPD Kota Sibolga lanjut dia, saat ini terus melakukan evakuasi dan pendataan termasuk berkordinasi dengan instansi terkait dalam melaksanakan pembersihan sejumlah fasilitas umum seperti membersihkan lumpur yang ikut terbawa genangan air.

"Semula hujan lalu terjadi longsor yang membawa air bercampur lumpur kemudian  mengendap di selokan hingga tersumbat mengakibatkan air merembes ke badan jalan dan terjadi banjir hingga memasuki rumah warga," katanya seraya menambahkan upaya pembersihan lumpur menggunakan mobil air dan alat berat.

Lewati Banjir
Sementara itu, akibat tingginya intensitas curah hujan, sejumlah anak sekolah dari Desa Handis, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas ( Palas) terpaksa melewati banjir saat pergi dan pulang sekolah. Hal ini disebabkan ekses jalan menuju desa tersebut tergenang banjir,  luapan dari air Sungai Batang Taris, hingga kedalaman sekitar 75 Cm.

Luapan air Sungai Batang Taris ini, terjadi sejak Kamis (11/10) sore. 

"Kejadian banjir ini sejak semalam, namun terparah hari ini," kata Usnan Hasibuan salah satu warga desa Handis kepada SIB, di lokasi banjir tersebut, Jumat (12/10).

Selain anak sekolah, ditambahkan Usnan, kondisi banjir ini juga berdampak terhadap masyarakat luas. Hal ini disebabkan sebagian masyarakat di desa itu memiliki tempat usaha di luar desa tersebut. Baik bertani, kebun dan lainnya, yang harus melintasi jalan itu.

"Sebagian masyarakat terpaksa berhenti beraktivitas. Karena jalan itu juga tidak bisa dilalui sepeda motor dan mobil, saat hendak keluar dari desa ini".tambahnya.

Sementara untuk lokasi pemukiman masyarakat di desa itu, lanjut Usnan, masih aman dari dampak banjir tersebut. Hal itu disebabkan, jarak lokasi banjir tersebut, masih sekitar 700 meter lebih, kedesa mereka.

"Mudah - mudahan sampai saat ini desa kita masih aman dari luapan air ini".lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palas Hamka Harahap saat dikonfirmasi SIB mengatakan, masih berada di lapangan meninjau lokasi banjir di enam desa, di Kecamatan Sosa, yakni Desa Hapung, Harang Jae, Harang Julu, Parapat, Lumban Kuayan dan Desa Pasar Ujung Batu (Pasar Lombang).

Terkait banjir yang menutup akses jalan masuk ke Desa Handis itu, pihaknya akan segera melakukan peninjauan dan mencari solusinya supaya nanti tidak ada kendala lagi, bagi anak sekolah dan masyarakat yang ingin melakukan aktivitas melewati jalan tersebut. 

"Terimakasih atas informasinya dek. Pulang dari keenam desa ini, Insya Allah kita akan langsung menuju Desa Hadis, untuk melihat kondisi dan mencari solusi banjir itu," kata Hamka melalui telepon selulernya. (G10/G04/l)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru