Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Jaksa KPK Bongkar Pembagian Saham dan Modal PLTU Riau-1

- Jumat, 19 Oktober 2018 11:15 WIB
1.114 view
Jaksa KPK Bongkar Pembagian Saham dan Modal PLTU Riau-1
SIB/Ant/Hafidz Mubarak A
PROYEK PLTU RIAU-1: Terdakwa kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Johannes Budisutrisno Kotjo menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/10).
Jakarta (SIB) -Jaksa KPK membongkar pembagian modal proyek PLTU Riau-1. Ada 3 perusahaan yang tergabung dalam konsorsium untuk mengerjakan proyek tersebut.

PT PLN (Persero) menurunkan anak perusahaannya yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI). Sedangkan dari sisi swasta ada Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company (CHEC) Ltd. Komposisi saham pun disepakati.

"Jadi berdasarkan skema yang disepakati di konsorsium adalah PJBI itu, Pak, Pembangkitan Jawa Bali Investasi, PJBI. PJB menurunkan kepada anak perusahaannya PJBI itu dengan saham 51 persen. Kemudian CHEC 37 persen, kemudian Blackgold Natural Resources 12 persen, Pak," kata Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Abdul Malik Rudi Herlambang, saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Johanes B Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).

Johanes merupakan pemegang saham BNR Ltd, sedangkan PT Samantaka Batubara merupakan anak perusahaan dari BNR Ltd. Rudi mengaku ikut melakukan negosiasi berkaitan dengan proyek PLTU Riau-1, tetapi perusahaannya tidak bisa ikut mengerjakan proyek tersebut.

"PT Samantaka tidak masuk (konsorsium penggarap PLTU Riau-1)?" tanya jaksa KPK.

"Tidak boleh, Pak. Tidak boleh karena kenapa? Samantaka tidak bisa mengurus izin selain batubara," jawab Rudi.

Jaksa kembali bertanya pada Rudi soal pembagian saham yang cukup besar tersebut. Namun Rudi malah merasa sedikit kecewa lantaran ikut bernegosiasi tetapi perusahaannya tidak bisa ikut mengerjakan proyek itu.

"Bisa jelaskan apakah modal disetorkan memang sebesar itu?" tanya jaksa.

"Jadi kalau saya bicarain itu, nyesek pak di dada, Pak, hehehe," jawab Rudi.

"Iya, sampaikan saja," timpal jaksa.

Rudi kemudian kembali menyebutkan kesepakatan pembagian saham itu. Setelahnya, menurut Rudi, PJBI memiliki saham mayoritas 51 persen dengan setoran tunai modal 10 persen, CHEC Ltd dengan komposisi saham 37 persen dengan setoran tunai modal 37 persen, dan BNR Ltd dengan komposisi saham 12 persen dengan setoran tunai modal 12 persen.

Namun CHEC Ltd disebut menanggung pula 41 persen kewajiban setoran modal PJBI 41 persen. Sebab, PJBI hanya mampu menyetor modal tunai 10 persen dari kewajiban 51 persen.

"Mau tidak mau harus sepakat. PJBI menguasai 51 persen hanya bisa setor 10 persen dari 51 persen," kata Rudi.

Eni Disebut Fasilitasi 
Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Komisi XII DPR Eni Maulani Saragih disebut berperan sebagai pemberi fasilitas bagi Johanes B Kotjo untuk bertemu pejabat-pejabat PT PLN. Kotjo merupakan pengusaha yang didakwa menyuap Eni untuk urusan proyek PLTU Riau-1.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Abdul Malik Rudi Herlambang. Saham mayoritas perusahaan yang dipimpin Rudi itu dimiliki Blackgold Natural Resources Ltd yang dimiliki Kotjo.

Rudi mengaku pernah dikenalkan Kotjo ke Eni untuk urusan PLTU Riau-1. Namun Rudi mengaku tidak tahu bantuan apa yang diberikan Eni.

"Hanya bilang, 'Ini kawan yang akan kerja sama dalam pengelolaan tambang'," ucap Rudi saat bersaksi.

Hingga suatu hari Kotjo menyebutkan peran Eni padanya. Eni disebut bisa membantu kepentingan perusahaan soal pertemuan-pertemuan.

"(Kotjo bilang), 'Eni nanti akan membantu kita di Riau-1'. Saya tanya, 'Dalam hal apa?' Dia jawab, 'Kalau ada pertemuan dia bisa (bantu)'," ucap Rudi.

Jaksa KPK menanyakan apakah maksudnya bantuan berupa lobi. Rudi mengaku hanya tahu Eni membantu memfasilitasi pertemuan.

"Jadi hanya memfasilitasi ketemu saja. Selanjutnya saya tidak tahu," ujar Rudi.

Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni dan Idrus sebesar Rp 4,7 miliar. Duit itu dimaksudkan agar perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Limited, ikut ambil bagian menggarap proyek PLTU Riau-1. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru