Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026
Bertemu Menlu Arab Saudi

Jokowi Berharap Investigasi Kasus Khashoggi Transparan

* Juga Sampaikan 3 Poin Penting
- Selasa, 23 Oktober 2018 10:27 WIB
305 view
Jokowi Berharap Investigasi Kasus Khashoggi Transparan
SIB/Ant/Puspa Perwitasari
MENLU ARAB SAUDI: Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir (kiri) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10).
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam pertemuan itu, Jokowi sempat menyinggung soal kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi di Konjen Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Retno mengatakan, dalam pertemuan itu Jokowi menyampaikan keprihatinannya atas kasus jurnalis asal Arab Saudi itu. Indonesia mengharapkan investigasi yang transparan.

"Dalam kesempatan terpisah, Presiden juga menyampaikan mengenai kasus yang menimpa Khashoggi. Presiden menyampaikan keprihatinan atas kasus tersebut dan Indonesia mengharapkan investigasi yang sedang dilakukan dapat dilakukan dengan transparan dan seksama," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10).

Retno menambahkan, dalam pertemuan itu Menlu Arab Saudi juga sudah memberikan penjelasan soal kasus tersebut ke Jokowi.

"Sebagaimana diketahui, sebelum berangkat ke Indonesia, Menlu Arab telah menyampaikan statement penjelasan, dan penjelasan itu juga yang disampaikan ke presiden," katanya.

Meski demikian, Retno tak bisa menjelaskan lebih lanjut soal pembahasan kasus pembunuhan Khashoggi antara Jokowi dengan Menlu Arab Saudi. Dia mengatakan, besok dirinya juga akan ada pertemuan bilateral dengan Menlu Arab Saudi tersebut.

"Saya tidak bicara detil, hanya sampai di sini. Karena besok saya akan melakukan pertemuan bilateral dengan beliau. Kalau saya bicara sekarang besok tidak ada yang dibahas," katanya.

3 Poin Penting
Sementara itu dalam pertemuan, Jokowi juga menyampaikan tiga poin penting.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, kunjungan Menlu Arab Saudi merupakan kunjungan kehormatan ke Presiden Jokowi. Tujuan utamanya untuk melakukan pertemuan bilateral antar menlu.

"Kunjungan Menlu Saudi adalah utamanya untuk melakukan pertemuan bilateral dengan saya besok dan pertemuan ini memang sudah dijadwalkan lama sekali. Karena ini merupakan salah satu implementasi dari kunjungan Raja Salman pada tahun lalu ke Indonesia, yaitu kita sepakat untuk meningkatkan komunikasi bilateral," kata Retno.

"Jadi ini sebetulnya sudah dijadwalkan sejak selesainya kunjungan Raja Salman ke Indonesia," imbuhnya.

Menurut Retno, Presiden Jokowi dalam pertemuan tidak berbicara detail soal bilateral yang akan dilakukan antar menlu. Namun, Jokowi memberikan arahan khusus.

"Beliau memberikan arahan apa yang menjadi perhatian Indonesia di dalam hubungan dengan Saudi Arabia karena secara detail besok akan dibahas oleh kedua menteri luar negeri," katanya.

Jokowi memberikan tiga pesan utama dalam pertemuan. Pertama, sebagai sesama negara muslim, Indonesia selalu mengajak Arab Saudi untuk menyiarkan perdamaian dan toleransi. Presiden juga menyampaikan penyelesaian konflik harus secara damai.

"Kedua adalah penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, terutama atau termasuk di antara negara-negara muslim. Karena sebenarnya kita bicara mengenai masalah potensi, maka potensi negara-negara muslim ini besar sekali dan potensi ini belum digunakan secara optimal. Oleh karena itu, Presiden mengharapkan kiranya kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Saudi Arabia dapat ditingkatkan," jelas Retno.

Ketiga, Presiden Jokowi menitipkan perlindungan WNI di Arab Saudi. "Karena teman-teman tahu bahwa banyak sekali jumlahnya warga negara kita yang tinggal dan bekerja di Saudi Arabia. Oleh karena itu, Presiden kembali menitipkan perlindungan WNI kepada Saudi Arabia melalui menlu," ungkap Retno. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru